Di sinilah kita mengunggah dunia yang ada dalam alam fiktif ke dalam bentuk karya tulis. Biarlah fiktif asalkan syar'i.
Jumat, 10 Juni 2016
NASIHAT : MENGAJAR DENGAN CONTOH
Seorang bertanya masalah waktu pertemuan : "Ustadz, gimana nih? Ibu A maunya hari ini ibu B maunya hari itu?" Sebenernya bisa saja ketika orang bertanya kemudian kita tau jawabannya dengan berbagai pertimbangan, langsung saja kita jawab ga perlu berlama-lama untuk mengambil keputusan. Tapi karena keputusan itu ga mendesak jadi saya bilang "Nanti ya, saya cari jawabannya di 1/3 malam dan besok paginya mudah-mudahan ada keputusan yang terbaik".
Sebenernya saya mengajarkan pada diri saya pribadi dan saya masih belajar untuk selalu berDIALOG dengan Alloh melalui perantara sholat malam apapun masalah dan keputusan yang harus diambil. Nabi SAW pun telah mengajarkan kita untuk senantiasa memohon pertolongan-Nya di watu lapang ataupun sempit, karena pada dasarnya doa adalah sarana kita mendekatkan diri kita pada Alloh. Maka seseorang yang mendekatan diri pada Alloh memiliki peluang yang lebih baik untuk mendapatan pertolongan dari Alloh atau sekedar mendapatan jawaban dari permasalahan-permasalahan hidupnya. Sesuai dengan perintah Alloh "Yaa ayyuhalladzii na aamanusta'iinu bisshobri wassholaah..(QS. Al-Baqoroh : 153)." Hai orang-orang yang beriman, minta tolonglah dengan sabar dan sholat. InsyaAlloh, ketika kita melibatkan Alloh dalam mengambil setiap keputusan, kemudian kita sabar serta bersiap dengan segala eputusan yang akan terjadi dan dalam sholat kita memehon petunjuk dan ber-munajat pada-Nya, itulah keputusan yang terbaik karena Alloh langsung yang membimbing hati kita.
Nah, Orang yang bertanya nih sudah faham apa makna kata-kata 1/3 malam dan apa yang dicari di 1/3 malam itu, tinggal MODIFIKASI pelaksanaan ibadahnya saja yang perlu kreatif agar orang lain juga semangat membangun ibadah SUNNAH. Secara tidak langsung pun kita sudah mengajarkan sesuatu pada orang yang bertanya tanpa kita MENGGURUInya, karena kita mengajar terkadang harus dengan memberikan contoh yang NYATA. Singkat cerita, keesokan harinya mendapatkan jawaban hari yang lebih baik.
Semoga Alloh meridhoi amal ibadah-ibadah kita dan mendapatkan kecintaan yang lebih dari Alloh dibandingkan upaya kita menuju Alloh. Kita simak Hadits Kudsi nan indah yang berkaitan dengan perkara sunnah dan mirip sesuai dengan contoh kasus tersebut di HADITS ARBA'IN No. 38.
"...Dan hamba-Ku yang selalu mendekatkan diri kepada-Ku dengan nawafil (perkara-perkara sunnah diluar fardhu) maka Aku akan mencintainya. Dan jika Aku telah mencintainya maka Aku adalah pendengarannya, yang ia gunakan untuk mendengar, penglihatannya yang digunakanbuntuk melihat, tangannya yang ia gunakan untuk memukul, kakinya yang ia gunakan untuk berjalan... (H.R. Bukhori)
Wallohua'lam
~>NuansaHati:)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar