Senin, 16 Juni 2014

PROSA : CINTA (IBU DAN AYAH) :



 Surat Cinta untuk Ibu dan Ayah

Kesibukanku yang belum memperlihatkan hasil yang terbaik membuatku letih dan terkadang tak sanggup lagi untuk menulis. Namun aku jadi semangat menetapi kelelahan ketika ingat firman Alloh dalam surat Ali-'Imron ayat 169-171 yang bisa saya sederhanakan bahasanya bahwa Alloh menyampaikan pada kita agar jangan khawatir, bagi mereka yang mati karena kelelahan karena sedang menuntut ilmu/jihad/berjuang demi Alloh lainnya maka mereka sebenarnya tidak mati, namun mereka tetap hidup dalam tempat yang terbaik. Lanjutnya bagi mereka yang tidak mati namun menetapi kelelahannya sebagai upaya keistiqomahannya, mereka juga telah disediakan tempat yang kelak akan menggembirakan baginya. Siapa yang mau mendapatkan tempat terbaik maka janganlah pernah mengeluh dengan kelelahan.

Saat aku menuliskan surat ini, maka itu benar aku mencintainya dan tidak mungkin aku meragukannya. Meskipun aku tahu dia tak akan pernah membaca surat ini, aku yakin dia merasakan hal yang sama layaknya aku mencintainya, bahkan melebihi cintaku padanya, melebihi setiap rasa yang kupendam. Aku ingin membacakan surat ini untuknya suatu saat, karena aku ingin dia tahu satu hal yang teramat sangat penting bahwa aku bahagia dia membesarkanku dan memberikanku nama dan doa-doa yang baik.

Ibu…aku merindukanmu…kuharap aku bisa selalu ada didekatmu. Namun entah bagaimana aku bisa bertemu denganmu setiap hari dan setiao saat.Bukan berarti aku manja namun aku sebagai bentuk baktiku padamu. Mungkin dilain kesempatan ketika ibu melihatku sebagai orang yang berbeda, di saat  aku bisa melakukan apapun yang kumau, di saat aku bisa datang kapanpun aku mau, di saat aku bisa pulang ke pangkuanmu sesuka hatiku bagaimanapun keadaannya. Saat ini aku bertemu denganmu dalam doa saja. semoga Alloh senantiasa menyayangimu. Maafkan aku ibu…aku tidak bisa pulang awal Ramadhan tahun ini.

Ayah…aku juga merindukanmu. Kuharap ayah bisa menemani ibu. Selain ayah, siapa lagi yang akan menyayangi ibu di dekatnya. Aku dan saudara-saudaraku yang lain mendukungmu. Ibu orang yang paling berharga bagiku di dunia ini. Ayah…kuharap tubuhmu yang mulai mengeriput akan senantiasa kuat menjaga ibuku…sekarang ibu hanya jadi milikmu, ayah. Aku bisa membantu ayah dari tempatku berada dengan doaku agar ayah selalu sehat dan kuat, di tempat yang mungkin akan terlihat menghantui bagi kalian tapi aku menikmatinya, menikmati tempat dimana aku tidur, dimana aku makan, dimana aku membaca Al-Quran dan Tahajjud untuk mendoakan kalian.

Ayah harus…menjaga ibu sampai aku dan yang lainnya bisa pulang. Ayah harus bisa membuat ibu tertawa karena hanya ibu yang membuatku tertawa saat aku merengek. Ayah harus bisa menghibur ibu saat ibu bersedih. Ayah harus membimbing ibu agar senantiasa berada di jalan Syurga-Nya. Ayah harus sabar membimbing ibu hingga bisa lancar membaca Al-Quran. Percayalah ayah…aku juga ingin selalu membantu ibu agar lancar membaca Al-Quran. Meskipun itu hanya balasan yang tidak seberapa namun setidaknya itu adalah bentuk balas budiku terhadap ayah dan ibu yang telah mengajariku ilmu untuk membedakan mana yang benar dan yang salah. Di tempat yang jauh ini, aku berusaha bertahan hidup dengan segenap kemampuanku dan bekal ilmu yang kudapatakan dari kalian. Percayalah di tempat yang jauh ini aku hanya ingin memikirkan kalian.

Ayah…Ibu…percayalah aku ingin tau bagaimana rasanya kembali ke masa kecil dan dicintai melebihi apapun di dunia ini. Aku ingin kembali ke masa itu dan memperbaiki semua kenakalanku. Aku ingin membersihkan semua tempat yang kotor hingga bagian sudut yang paling sulit dibersihkan. Saat semua sudah bersih, jangan kalian kotori lagi tangan kalian dengan kesusahan dan kelelahan menjagaku dan membimbingku. Sayangnya aku tidak bisa memperbaiki kesalahanku di masa lalu kecuali memberikanmu harapan di masa depan. Harapan bahwa suatu saat kalian akan mengingat anak kalian sudah dewasa, harapan dimana anak kalian telah lupa  memiliki keterbatasan kesehatan dibandingkan dengan anak kalian yang lain, harapan dimana anak kalian suatu saat dengan izin Allah akan menikah sesuai dengan impian kalian, harapan bahwa suatu hari nanti keluarga kita akan utuh kembali, tetapi yang terpenting aku berharap entah bagaimana caranya aku akan disana, di syurga-Nya dan menunggu kesempatan kita bisa bersama kembali. Di Syurga-Nya, kita akan saling mengulurkan tangan dan berkumpul kembali dan tak akan ada lagi yang bisa memisahkan keluarga kita.

Wahai Allah, aku bicara pada-Mu yang Maha Mendengar, Maha Menatap, Maha Tahu, Maha Mencukupkan dan Maha Pengampun. Ampuni dan sayangi kedua orang tua hamba, ampuni hamba karena sering lalai mengingat, memuliakan, mendoakan  dan membahagiakan orang tua hamba. Wahai Allah yang Maha Penolong, selamatkan orang tua hamba, Ampuni seluruh dosa-dosanya, jadikan akhir hayat orang tua hamba khusnul khotimah, lapangkan kuburnya…ya Allah, ringankan hisabnya dan jadikan kami menjadi anak yang tau balas budi Ya Allah… 


Wahai Allah…karuniakan kepada kami keluarga yang berkah, yang  yakin akan akan pertolongan-Mu, yang patuh pada- Mu, keluarga yang tidak tertipu pada dunia-Mu. Wahai Allah, muliakan akhlak saudara-saudara hamba, jauhkan kami dari kesesatan, jauhkan kami dari kehinaan dunia akhirat. Wahai Allah…andai saja Engkau memisahkan kami, pertemukan kami di syurga terbaikmu…wahai Allah yang Maha Mendengar…berkahilah sisa umur kami…


Wahai Allah..betapapun kami jauh dari keluarga kami, kuatkan hati dan iman kami ya Alah, kutitipkan ayah, ibu dan saudara-saudara kami yang jauh di sana, jadikan kami saling menyayangi, berkahi sisa umur kami, berkahi rizki kami yang kau titipkan,  berkahi ilmu kami yang maslahat untuk ummat, jauhkan kami dari bala dan musibah. Jadikan akhir hayat kami khusnul khotimah…


Wahai Allah.. jadikan sikap saling merindukan kami kepada keluarga dan orang tua hamba menjadi penggugur dosa kami dan menjadi sebab Engkau ridho pada kami, jadikan kami ridho dengan dunia yang kami dapatkan ini Ya Allah, jadikan kami ahli Syukur, ahli sabar, ahli ibadah yang ikhlas dan istiqomah dimanapun kaki hamba berpijak dan jauh dari rumah.

Amin..