Seperti tiga orang buta yang memperdebatkan bentuk gajah. Orang buta
pertama bilang bentuk gajah itu lebar seperti lembaran daun (dia megang
telinganya), orang buta kedua bilang gajah itu runcing (dia megang
gadingnya), dan orang buta ketiga bilang kalau gajah itu panjang seperti
ular (dia megang belalainya). Perdebatan mereka tidak selesai karena
tangan mereka tidak berpindah dari apa yang mereka pegang dan teruss
dipegang sampai kapanpun. Artinya, jawaban mereka memang benar namun mereka kurang ilmu terhadap bentuk gajah yg begitu besar.
Begitulah kiranya perumpamaan orang yang berbeda pendapat namun ia
hanya tau satu ilmu dan menganggap bahwa ia lah yang paling benar.
Padahal ilmu di dunia ini sangat luas dan tak habis untuk dikaji. Mari
kita pertanyakan kembali pada diri kita masing-masing, berapa banyak
kitab yang sudah kita baca? Berapa banyak kitab ULAMA besar yang
bertebar di dunia ini, ratusan mungkin juga ribuan bahkan jutaan? Berapa banyak kitab
bahasa ARAB yang sudah kita kuasai bahasanya? Malah mungkin kita belum
pernah sama sekali melihat bentuk kitab berbahasa ARab itu. Jangankan
membaca dan menguasai bahasanya, mungkin melihat bentuk kitabnya pun
kita belum pernah.
Sahabatku, alangkah luas samudra ilmu di dunia ini.
Mungkin kita pernah takabur bahwa kitalah yang paling benar karena tau
suatu hukum tertentu, padahal mungkin pula kita hanya pernah tau dari
GOoGLE. Mungkin pula kita pernah takabur pernah menyalahkan orang lain
yang menurut kita orang lain itu salah karena melakukan tata cara ibadah
yang tidak sesuai dengan ilmu yang kita tau. Jika kita pernah demikian,
mari kita beristighfar dan senantiasa memperluas wawasan kita dengan
tujuan untuk mendekatkan diri pada Alloh, bukan untuk membuktikan bahwa
kita yang paling benar.
Allohua'lam
~>NuansaHati:)