Dari Abu Huroiroh, Rosululloh SAW bersabda: _*"Sedekah* itu tidak akan mengurangi harta. Tidak ada orang yang *memberi maaf* kepada orang lain, melainkan Allah akan menambah kemuliaannya. Dan tidak ada orang yang *tawadhu'* (merendahkan diri) karena Alloh, melainkan Alloh akan mengangkat derajatnya."_ *(HR.Muslim)*
Kita tidak akan menemukan contoh ke_tawadhu_ an yang sempurna kecuali dari ke_tawadhu_an Nabi SAW. Tentu kita sering mendengar kata _"tawadhu"_.Ya, merendahkan diri karena ﷲ, lawan dari sifat _takabur_ atau meninggikan diri (sombong). Tawadhu, kecenderungan mengalah atau tidak berbangga diri adalah sebuah sifat terpuji yang wajib dimiliki seorang mukmin dihadapan Alloh, Rosul-Nya, ulama, dan individu-individu manusia lainnya yang diniatkan untuk mencari Ridho Alloh semata. _(Mutiara Hadits dalam Kitab Syaroh Riyadus Sholihin Bab 71 oleh Dr. Mustafa Dib al-Bugho)_.
Tawadhu adalah kekayaan, karna sifat itu mampu menanggalkan harta sebanyak apapun demi derajat yang tinggi di hadapan Alloh SWT. Tawadhu-nya seseorang yang mengetahui sesuatu, ia tidak berbangga diri dan tidak dzolim terhadap orang yang tidak memahami sesuatu. Tawadhu-nya seorang dermawan, ia tidak mengharap orang lain mengetahui jumlah kekayaan yang dimilikinya. Tawadhu-nya seseorang yang sudah dewasa, ia tidak merasa rendah menyapa dan menghormati yang lebih muda atau anak-anak di sekitarnya. Tawadhu-nya seorang pemimpin, ia mampu mengakui kelemahan dan kesalahannya di hadapan para pengikutnya. Tawadhu-nya seorang suami, ia tidak segan-segan menyelesaikan pekerjaan rumah tangga dalam keluarganya. Tawadhu-nya seorang yang berilmu, ia segera menjawab perkara penting dari orang yang bertanya meminta petunjuk darinya. Tawadhu-nya seorang yang dipandang terhormat, ia tidak keberatan bekerja sebagai penggembala kambing di tengah lapang. Tawadhu-nya orang yang punya kendaraan bagus, ia rela berjalan kaki dan meminjamkannya pada orang lain yang sedang membutuhkan. Tentunya, masih banyak contoh ke-tawadhu-an yang bisa kita praktekan dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan tuntunan Nabi SAW. Semoga kita diberi taufiq dan hidaya-Nya untuk menjadi hamba-hamba Alloh yang _tawadhu_. *(Sumber inspirasi : Syaroh Hadits Kitab Riyadus Sholihin bab 71 oleh Dr. Mustafa Dib al-Bugho )*
👉NuansaHati😊