Kalau cinta itu berhubungan dengan Alloh, insyaAlloh deh rumusnya sederhana, hanya "liya'buduun"...hanya beribadah saja pada Alloh, ga ada yg lain (Boleh lihat tafsir surat Adz-Dzariyat : 56). Hanya saja kadar cinta seorang hamba pd Alloh yang berbeda-beda. Baik itu hamba dari golongan jin ataupun manusia, pastilah ada yang derajat cintanya tinggi dan ada pula yang derajat cintanya biasa-biasa saja yang belum ada apa-apanya dibandingkan kadar cinta Nabi SAW kepada Alloh SWT.
Nah, urusannya jadi sedikit rumit menguras pikiran, kalau urusan cinta itu sudah berhubungan dengan orang lain, apalagi berhubungan dengan keluarga. Tak mudah ditafsirkan, tak mudah ditebak, tak mudah pula diwujudkan dari satu orang kepada orang yang lain. Soalnya ini adalah masalah hati yang sifatnya bisa berbolah-balik dan wujudnya pun tak nampak seperti iman. Ibaratnya begini, kelihatannya sholih namun hatinya tak pernah ada niat bahwa ibadahnya itu ditujukan pada Alloh lantaran hanya karna ingin dilihat sholih atau ingin dianggap sholih. Na'udzubillaahimindzaalik (kami berlindung pd Alloh dr hal yang demikian), Alloh ga butuh model ibadah yang beginian, urusan dalam hati hanya Alloh yang tau.
Maka kalau kita sudah ketemu cinta yang berhubungan dengan orang lain, kitalah yang harus memahami lebih dulu bagaimana agar orang lain bisa mencintai kita. Bukan kita yang seenak hati mau membuktikan cinta dengan segala daya upaya jiwa dan raga bahkan materi diberikan kepada orang yang dicintai. Boleh jadi orang yang kita cintai itu ga butuh itu semua, ga butuh pengorbanan itu semua. Kelihatannya mah cinta, ngasih ini dan itu, berkorban ini dan itu, padahal boleh jadi bukan itu yang dibutuhkan orang yang dicintai. Sebaliknya, kelihatannya mah ga cinta, raut wajah, perkataan dan sikapnya pun tak menunjukkan cinta, padahal di balik hatinya ia ingin mengungkapkan cinta yang tak pernah dia tau bagaimana cara mengungkapkan dan mewujudkannya.
Maka dari itu, ada yang harus kita rubah dari cara berkorban kita sehingga pengorbanan kita ga sia-sia dan mendatangkan cintanya dengan salah satu caranya adalah mengadakan sebuah dialog yang santun antara orang-orang yang saling mencintai agar kita saling mengerti apa yang dibutuhkan. Boleh jadi orang yang kita cintai ini hanya butuh sesuatu yang sangat sederhana, tidak mahal dan tidak menguras tenaga kita. Bahkan mungkin dia hanya butuh kita merubah sifat, itu saja, tak lebih yang diinginkan dari kita.
Nah, semoga dengan upaya kita yang sederhana itu kita bisa memenangkan hati orang-orang yang kita cinta, sehingga cinta kita pun tak hanya bertepuk sebelah tangan, terbangunlah cinta yang berjalan bersama ketenangan bahkan menumbuhkan kasih sayang, mudahlah cinta terbangun beratapkan kesholihan. Amin...
Ada satu pesan Nabi SAW dalam hadits riwayat Imam Muslim yang kalau diamalkan bukan hanya bisa mengundang cinta dari orang lain tapi juga mengundang cinta dari Alloh SWT yang Punya Segala Urusan, yang Punya Dunia dan Seisinya, "Innallooha Jamilun Yuhibbul Jamaal". Dalam Syaroh Kitab Riyadusholihin oleh Dr. Musthofa Dib Al Bugho, beliau menjelaskan tentang maksud "Innallooha Jamiilun" adalah "Alloh itu Maha Indah", setiap perkara-Nya itu indah, artinya segala sesuatu yang berasal dari-Nya pastilah indah. Sedangkan maksud "Yuhibbul Jamaal" adalah "Alloh mencintai keindahan", Alloh ridho dan memberi balasan kepada orang yang indah perkara dan perbuatannya. Termasuk nih kalau kita lihat orang berpenampilan baik, bersih dan rapi pun bagian dari keindahan yang tidak hanya nantinya menjadi sebab datangnya cinta dari orang yang melihatnya namun juga tentunya mendatangkan cinta dan ridho Alloh SWT.
Rasanya sih memang terdengar urusan pribadi, hak setiap individu dong mau berpenampilan seperti apa, "ini kan badan-badan saya, baju-baju saya, rumah-rumah saya, dari dulu memang saya sudah begini, ya terserah saya dong mau diapain". Hak setiap individu itu memang benar, tapi juga kita harus ingat bahwa mata setiap orang juga punya hak melihat keindahan, hidung punya hak mencium aroma yang baik. Hak setiap orang pula ingin merasa nyaman dengan kehadiran kita yang berpenampilan indah, bertutur indah, berprasangka indah dan bersikap indah. Semoga kita menjadi pribadi-pribadi yang indah,..amiin. Wallohua'lam
~>NuansaHati