
"150 juta lebih Ummat Muslim Indonesia usia dewasa dan orang tua dari
jumlah 250 juta penduduk tidak bisa membaca Al-quran alias buta huruf
Al-Quran". Inilah sebuah fakta yg pernah dirilis oleh Institut Ilmu
Qur'an (IIQ) Jakarta dan MUI sekitar th. 2015 lalu (sumber : jawapost,
tempo, dll).
Buta Al-Qur’an adalah sebuah fakta dan permasalahan
serius di Negeri ini. Tak perlu kita sembunyi dan takut mengakuinya
karena Al-Qur'an adalah landasan pertama kita dalam belajar ilmu agama.
Pertanyaanya adalah, bagaimana kita belajar agama jika kita tak mengerti
Al-Qur'an? Siapakah yang berkewajiban urus masalah buta Al-Quran ini ?
*KENYATAANNYA* pun program pemerintah belum banyak menyentuh kepada
permasalahan ini. Lalu siapa yg akan memikirkan 150 juta orang dewasa
yang tidak bisa membaca Al-Qur'an itu selain kita...?
Berdasarkan
kenyataan dan pertanyaan itulah, alhamdulilah *YAYASAN AN-NABA QUR’AN*
dibentuk untuk urus dan konsen dalam bimbingan belajar membaca Qur’an
orang dewasa/orang tua, baik mengadakan bimbingan belajar Al-Qur’an-nya
ataupun bimbingan mengajarkan Al-Qur'an. Yayasan ini didirikan oleh
pengajar-pengajar baca Al-Qur’an yang selama ini konsen dan berdedikasi
untuk mengajar bacaan Al-Quran orang tua/dewasa. HIngga saat ini orang
dewasa dan orang tua serta lanjut usia yang sedang belajar Qur’an
bersama YAYASAN AN-NABA mencapai lebih dari 300 orang, khususnya di
Bandar Lampung dan sekitarnya.
Mari kita sama-sama berharap dan
berdoa, semoga di tahun 2017 ini YAYASAN AN-NABA dapat menyentuh semua
lapisan masyarakat dan membuka kantor cabang perwakilan dan titik-titik
pembelajaran Qur’an di seluruh Kabupaten Se-propinsi Lampung, bahkan
Propinsi Banten dan Jabotabek. Mudah-mudahan dengan upaya ini hingga th.
2025 nanti, semua penduduk muslim di Propinsi Lampung bisa membaca
Al-Quran sebagai tolak ukur kebangkitan Ummat Islam di Negeri ini.
*Semua itu bisa terwujud tentunya dengan kepedulian Kita semuanya*.
Lalu bagaimanakah caranya sahabat-sahabat muslim jika ingin belajar
Al-Qur'an bersama Yayasan An-Naba ? Alhamdulillah saat ini ada Sarana
tempat belajar yang tersedia cukup nyaman dan parkir yang luas di Masjid
Baitul Ilmi Darmajaya, (hari sabtu pkl 09.00-10.30 dan 10.30-12.00).
Sarana ini tersedia atas kerjasama Yayasan An-Naba dan Kampus Ibi
Darmajaya. Boleh juga di kantor Yayasan An-Naba Way Kandis Ujung Bandar
Lampung setiap hari Ahad dan Selasa pkl. 19.30. Informasi tentang
lokasi yang lain bisa hubungi No. telp kontak/WA
*YAYASAN AN-NABA*
📞 0882 6814 8177
📞 0812 7837 5216
📢
Boleh pula bila sahabat-sahabat muslim bersedia ruangan rumahnya atau
kantornya yang cukup untuk digunakan belajar hingga 10 orang untuk
menjadi tempat belajar Al-Qur’an, termasuk masjid atau mushola,
insyaAlloh Yayasan An-Naba siap membantu setiap warga muslim dan
sekitarnya untuk belajar Al-Qur’an, baik mulai dari awal, melancarkan
bacaan, mendalami kajian hukum-hukum bacaannya ataupun menghafalkannya.
📢
Bila sahabat-sahabat muslim pun ingin ikut andil dalam gerakan Semangat
Belajar Al-Qur'an bisa pula dengan *BERDONASI* berupa infaq/shodaqoh,
berzakat, wakaf Al-Quran dan wakaf fasilitas lainya atau hibah produktif
untuk kita gunakan bersama-sama membrantas buta huruf Al-Quran,
silahkan hubungi telp di atas atau transfer ke *REK. BNI SYARIAH NO :
411-212-017-5 a.n. Yayasan An-Naba Qur’an*
🔊
Mari kampanyekan dan informasikan GERAKAN SEMANGAT BELAJAR AL-QUR’AN
kepada famili, teman dan tetangga yang belum bisa ngaji (belum bisa baca
Al-Quran) bahwa ada tempat belajar ngaji/belajar membaca Al-Quran
khusus orang dewasa dan orang tua *SECARA GRATIS* tanpa ganggu kerja,
tanpa nyantri, yaitu di *YAYASAN ANNABA*
📢
*Ust.Yusuf Mansyur pun* sering berkampanye, "Ingin sukses dunia
akherat, yuk ngopeni quran". *MENGOPENI QURAN*, artinya membaca atau
menghafal Al-Qur’an, bisa belajar, bisa memfasilitasi sarana belajar
Qur’an, bisa berdonasi untuk pembelajaran Qur’an, bisa ngajak orang
untuk belajar, bisa juga men-share informasi kepada orang lain tentang
aktifitas kegiatan yang berhubungan dengan Al-Qur’an. Semoga Alloh
menggolongkan kita menjadi salah satu tokoh penggerak kebangkitan Ummat
Islam yang diridhoi oleh Alloh SWT.
Wassalamualaikum Warohmatulloohi Wabarokaatuh
*AN-NABA TEAM*
👉 Tempatnya Belajar Al-Qur-an Orang Dewasa dan Orang Tua
👉 Semua Usia Bisa Pintar dan Hafal Qur’an Tanpa Nyantri
Terdapat beberapa bahkan mungkin banyak pandangan tentang tafsir dari
hadits yang berbunyi “...wanita itu diciptakan dari tulang rusuk...”.
Berangkat dari beberapa pandangan tersebut, mari kita perhatikan
pandangan hadits di atas tersebut dengan redaksional hadits yang lebih
lengkap dari DR. Mustafa Dib Al Bugho dalam Kitab Syaroh Riyadus
Sholihin Bab 34 Hadits 1, “Dari Abu Huroiroh r.a., ia berkata,
Rosululloh SAW. bersabda, “Peganglah wasiat untuk berbuat baik pada kaum
wanita, karena wanita itu diciptakan dari tulang rusuk, dan tulang
rusuk yang paling melengkung adalah bagian yang atas. Jika engkau
mencoba meluruskannya, maka engkau akan mematahkannya. Dan jika engkau
membiarkannya, maka ia tetap melengkung selama-lamanya. Oleh sebab itu,
peganglah wasiat untuk berbuat baik kepada kaum wanita.”
(Muttafaq’alaih)
Sebagian kalimat hadits yang akan menjadi
bahasan kita yaitu “...wanita itu diciptakan dari tulang rusuk...”.
Ungkapan ini adalah majas isti’aroh (menyerupakan) bahwa para wanita
diciptakan dari sesuatu yang mirip dengan tulang rusuk karena
kebengkokannya. Mereka diciptakan dalam keadaan memiliki kebengkokan,
berbeda dengan laki-laki. Sedangkan bunyi hadits ”...dan tulang rusuk
yang paling melengkung adalah bagian atas...”, Ibnu Hajar berpendapat
bahwa hadits ini mengandung isyarat bahwa wanita diciptakan dari tulang
rusuk yang paling bengkok. Hal ini untuk memberi tekanan dalam
menetapkan sifat pada wanita.
Dalam mutiara-mutiara hadits Kitab
Riyadus Sholihin tersebut, dijelaskan bahwa hadits ini
mengulang-ngulang wasiat untuk berbuat baik kepada wanita. Kandungan
hadits tersebut merupakan nasihat dan arahan dalam bergaul dengan para
wanita, terutama yang disebut wanita di sini kita pahami adalah seorang
istri, yaitu dengan sikap toleransi dan sabar dalam membimbing istri di
dalam bahtera rumah tangga. Islam benar-benar memperhatikan dan menjaga
para wanita agar tercipta keselamatan. Bukan hanya dalam lingkup
keluarga namun juga dalam lingkup masyarakat yang lebih luas. Hadits
tersebut pun sekaligus sebagai nasihat untuk kaum laki-laki agar
bersikap sabar dalam menghadapi perilaku kaum wanita, karena memang
nyatanya secara umum laki-laki itu lebih mampu bersabar dan menanggung
beban dari wanita. Boleh jadi malah nantinya Alloh yang langsung akan
menuntun bahtera rumah tangga kita lantaran sikap yang sabar.
Sebagai suami yang sabar tentu dia tidak akan membenci istrinya
seluruhnya (kalau ada akhlaq yang buruk), karena ketika ia melihat
akhlaq buruk istrinya, maka ia pasti menemukan akhlaq baiknya.
Sebagaimana hadits Nabi SAW “Janganlah seorang mukmin laki-laki itu
membenci mukmin perempuan, sebab jika ia tidak senang daari wanita itu
menyangkut suatu akhlaqnya, maka ia pasti senang terhadap akhlaqnya yang
lain.” (HR. Muslim)
Semoga nasihat ini menjadi pengingat buat
kita semua untuk senantiasa sabar, agar mampu menggapai bahtera rumah
tangga yang barokah dalam menjalankan bahtera rumah tangga di tengah
samudera. Amin.
Wallohua’lam
(Indra Mulya bersama Nani Hermalini, Bandar Lampung, 5 januari 2017)
~>NuansaHati