Rabu, 18 Januari 2017

GERAKAN SEMANGAT BELAJAR AL-QUR’AN : SIAPAKAH YANG PEDULI TERHADAP MUSLIM YANG BELUM BISA MEMBACA AL-QUR'AN ?



          "150 juta lebih Ummat Muslim Indonesia usia dewasa dan orang tua dari jumlah 250 juta penduduk tidak bisa membaca Al-quran alias buta huruf Al-Quran". Inilah sebuah fakta yg pernah dirilis oleh Institut Ilmu Qur'an (IIQ) Jakarta dan MUI sekitar th. 2015 lalu (sumber : jawapost, tempo, dll).

          Buta Al-Qur’an adalah sebuah fakta dan permasalahan serius di Negeri ini. Tak perlu kita sembunyi dan takut mengakuinya karena Al-Qur'an adalah landasan pertama kita dalam belajar ilmu agama. Pertanyaanya adalah, bagaimana kita belajar agama jika kita tak mengerti Al-Qur'an? Siapakah yang berkewajiban urus masalah buta Al-Quran ini ? *KENYATAANNYA* pun program pemerintah belum banyak menyentuh kepada permasalahan ini. Lalu siapa yg akan memikirkan 150 juta orang dewasa yang tidak bisa membaca Al-Qur'an itu selain kita...?

           Berdasarkan kenyataan dan pertanyaan itulah, alhamdulilah *YAYASAN AN-NABA QUR’AN* dibentuk untuk urus dan konsen dalam bimbingan belajar membaca Qur’an orang dewasa/orang tua, baik mengadakan bimbingan belajar Al-Qur’an-nya ataupun bimbingan mengajarkan Al-Qur'an. Yayasan ini didirikan oleh pengajar-pengajar baca Al-Qur’an yang selama ini konsen dan berdedikasi untuk mengajar bacaan Al-Quran orang tua/dewasa. HIngga saat ini orang dewasa dan orang tua serta lanjut usia yang sedang belajar Qur’an bersama YAYASAN AN-NABA mencapai lebih dari 300 orang, khususnya di Bandar Lampung dan sekitarnya.

           Mari kita sama-sama berharap dan berdoa, semoga di tahun 2017 ini YAYASAN AN-NABA dapat menyentuh semua lapisan masyarakat dan membuka kantor cabang perwakilan dan titik-titik pembelajaran Qur’an di seluruh Kabupaten Se-propinsi Lampung, bahkan Propinsi Banten dan Jabotabek. Mudah-mudahan dengan upaya ini hingga th. 2025 nanti, semua penduduk muslim di Propinsi Lampung bisa membaca Al-Quran sebagai tolak ukur kebangkitan Ummat Islam di Negeri ini. *Semua itu bisa terwujud tentunya dengan kepedulian Kita semuanya*.

          Lalu bagaimanakah caranya sahabat-sahabat muslim jika ingin belajar Al-Qur'an bersama Yayasan An-Naba ? Alhamdulillah saat ini ada Sarana tempat belajar yang tersedia cukup nyaman dan parkir yang luas di Masjid Baitul Ilmi Darmajaya, (hari sabtu pkl 09.00-10.30 dan 10.30-12.00). Sarana ini tersedia atas kerjasama Yayasan An-Naba dan Kampus Ibi Darmajaya. Boleh juga di kantor Yayasan An-Naba Way Kandis Ujung Bandar Lampung setiap hari Ahad dan Selasa pkl. 19.30. Informasi tentang lokasi yang lain bisa hubungi No. telp kontak/WA
*YAYASAN AN-NABA*
 
📞 0882 6814 8177
📞 0812 7837 5216
 

          📢 Boleh pula bila sahabat-sahabat muslim bersedia ruangan rumahnya atau kantornya yang cukup untuk digunakan belajar hingga 10 orang untuk menjadi tempat belajar Al-Qur’an, termasuk masjid atau mushola, insyaAlloh Yayasan An-Naba siap membantu setiap warga muslim dan sekitarnya untuk belajar Al-Qur’an, baik mulai dari awal, melancarkan bacaan, mendalami kajian hukum-hukum bacaannya ataupun menghafalkannya.

           📢 Bila sahabat-sahabat muslim pun ingin ikut andil dalam gerakan Semangat Belajar Al-Qur'an bisa pula dengan *BERDONASI* berupa infaq/shodaqoh, berzakat, wakaf Al-Quran dan wakaf fasilitas lainya atau hibah produktif untuk kita gunakan bersama-sama membrantas buta huruf Al-Quran, silahkan hubungi telp di atas atau transfer ke *REK. BNI SYARIAH NO : 411-212-017-5 a.n. Yayasan An-Naba Qur’an*

          🔊 Mari kampanyekan dan informasikan GERAKAN SEMANGAT BELAJAR AL-QUR’AN kepada famili, teman dan tetangga yang belum bisa ngaji (belum bisa baca Al-Quran) bahwa ada tempat belajar ngaji/belajar membaca Al-Quran khusus orang dewasa dan orang tua *SECARA GRATIS* tanpa ganggu kerja, tanpa nyantri, yaitu di *YAYASAN ANNABA*

         📢 *Ust.Yusuf Mansyur pun* sering berkampanye, "Ingin sukses dunia akherat, yuk ngopeni quran". *MENGOPENI QURAN*, artinya membaca atau menghafal Al-Qur’an, bisa belajar, bisa memfasilitasi sarana belajar Qur’an, bisa berdonasi untuk pembelajaran Qur’an, bisa ngajak orang untuk belajar, bisa juga men-share informasi kepada orang lain tentang aktifitas kegiatan yang berhubungan dengan Al-Qur’an. Semoga Alloh menggolongkan kita menjadi salah satu tokoh penggerak kebangkitan Ummat Islam yang diridhoi oleh Alloh SWT.

Wassalamualaikum Warohmatulloohi Wabarokaatuh
*AN-NABA TEAM*

👉 Tempatnya Belajar Al-Qur-an Orang Dewasa dan Orang Tua
👉 Semua Usia Bisa Pintar dan Hafal Qur’an Tanpa Nyantri

Kamis, 05 Januari 2017

NASIHAT : BENARKAH WANITA DICIPTAKAN DARI TULANG RUSUK? (KAJIAN KELUARGA)


        Terdapat beberapa bahkan mungkin banyak pandangan tentang tafsir dari hadits yang berbunyi “...wanita itu diciptakan dari tulang rusuk...”. Berangkat dari beberapa pandangan tersebut, mari kita perhatikan pandangan hadits di atas tersebut dengan redaksional hadits yang lebih lengkap dari DR. Mustafa Dib Al Bugho dalam Kitab Syaroh Riyadus Sholihin Bab 34 Hadits 1, “Dari Abu Huroiroh r.a., ia berkata, Rosululloh SAW. bersabda, “Peganglah wasiat untuk berbuat baik pada kaum wanita, karena wanita itu diciptakan dari tulang rusuk, dan tulang rusuk yang paling melengkung adalah bagian yang atas. Jika engkau mencoba meluruskannya, maka engkau akan mematahkannya. Dan jika engkau membiarkannya, maka ia tetap melengkung selama-lamanya. Oleh sebab itu, peganglah wasiat untuk berbuat baik kepada kaum wanita.” (Muttafaq’alaih)

         Sebagian kalimat hadits yang akan menjadi bahasan kita yaitu “...wanita itu diciptakan dari tulang rusuk...”. Ungkapan ini adalah majas isti’aroh (menyerupakan) bahwa para wanita diciptakan dari sesuatu yang mirip dengan tulang rusuk karena kebengkokannya. Mereka diciptakan dalam keadaan memiliki kebengkokan, berbeda dengan laki-laki. Sedangkan bunyi hadits ”...dan tulang rusuk yang paling melengkung adalah bagian atas...”, Ibnu Hajar berpendapat bahwa hadits ini mengandung isyarat bahwa wanita diciptakan dari tulang rusuk yang paling bengkok. Hal ini untuk memberi tekanan dalam menetapkan sifat pada wanita.

           Dalam mutiara-mutiara hadits Kitab Riyadus Sholihin tersebut, dijelaskan bahwa hadits ini mengulang-ngulang wasiat untuk berbuat baik kepada wanita. Kandungan hadits tersebut merupakan nasihat dan arahan dalam bergaul dengan para wanita, terutama yang disebut wanita di sini kita pahami adalah seorang istri, yaitu dengan sikap toleransi dan sabar dalam membimbing istri di dalam bahtera rumah tangga. Islam benar-benar memperhatikan dan menjaga para wanita agar tercipta keselamatan. Bukan hanya dalam lingkup keluarga namun juga dalam lingkup masyarakat yang lebih luas. Hadits tersebut pun sekaligus sebagai nasihat untuk kaum laki-laki agar bersikap sabar dalam menghadapi perilaku kaum wanita, karena memang nyatanya secara umum laki-laki itu lebih mampu bersabar dan menanggung beban dari wanita. Boleh jadi malah nantinya Alloh yang langsung akan menuntun bahtera rumah tangga kita lantaran sikap yang sabar.

           Sebagai suami yang sabar tentu dia tidak akan membenci istrinya seluruhnya (kalau ada akhlaq yang buruk), karena ketika ia melihat akhlaq buruk istrinya, maka ia pasti menemukan akhlaq baiknya. Sebagaimana hadits Nabi SAW “Janganlah seorang mukmin laki-laki itu membenci mukmin perempuan, sebab jika ia tidak senang daari wanita itu menyangkut suatu akhlaqnya, maka ia pasti senang terhadap akhlaqnya yang lain.” (HR. Muslim)

            Semoga nasihat ini menjadi pengingat buat kita semua untuk senantiasa sabar, agar mampu menggapai bahtera rumah tangga yang barokah dalam menjalankan bahtera rumah tangga di tengah samudera. Amin.

Wallohua’lam
(Indra Mulya bersama Nani Hermalini, Bandar Lampung, 5 januari 2017)
~>NuansaHati