Terdapat beberapa bahkan mungkin banyak pandangan tentang tafsir dari hadits yang berbunyi “...wanita itu diciptakan dari tulang rusuk...”. Berangkat dari beberapa pandangan tersebut, mari kita perhatikan pandangan hadits di atas tersebut dengan redaksional hadits yang lebih lengkap dari DR. Mustafa Dib Al Bugho dalam Kitab Syaroh Riyadus Sholihin Bab 34 Hadits 1, “Dari Abu Huroiroh r.a., ia berkata, Rosululloh SAW. bersabda, “Peganglah wasiat untuk berbuat baik pada kaum wanita, karena wanita itu diciptakan dari tulang rusuk, dan tulang rusuk yang paling melengkung adalah bagian yang atas. Jika engkau mencoba meluruskannya, maka engkau akan mematahkannya. Dan jika engkau membiarkannya, maka ia tetap melengkung selama-lamanya. Oleh sebab itu, peganglah wasiat untuk berbuat baik kepada kaum wanita.” (Muttafaq’alaih)
Sebagian kalimat hadits yang akan menjadi bahasan kita yaitu “...wanita itu diciptakan dari tulang rusuk...”. Ungkapan ini adalah majas isti’aroh (menyerupakan) bahwa para wanita diciptakan dari sesuatu yang mirip dengan tulang rusuk karena kebengkokannya. Mereka diciptakan dalam keadaan memiliki kebengkokan, berbeda dengan laki-laki. Sedangkan bunyi hadits ”...dan tulang rusuk yang paling melengkung adalah bagian atas...”, Ibnu Hajar berpendapat bahwa hadits ini mengandung isyarat bahwa wanita diciptakan dari tulang rusuk yang paling bengkok. Hal ini untuk memberi tekanan dalam menetapkan sifat pada wanita.
Dalam mutiara-mutiara hadits Kitab Riyadus Sholihin tersebut, dijelaskan bahwa hadits ini mengulang-ngulang wasiat untuk berbuat baik kepada wanita. Kandungan hadits tersebut merupakan nasihat dan arahan dalam bergaul dengan para wanita, terutama yang disebut wanita di sini kita pahami adalah seorang istri, yaitu dengan sikap toleransi dan sabar dalam membimbing istri di dalam bahtera rumah tangga. Islam benar-benar memperhatikan dan menjaga para wanita agar tercipta keselamatan. Bukan hanya dalam lingkup keluarga namun juga dalam lingkup masyarakat yang lebih luas. Hadits tersebut pun sekaligus sebagai nasihat untuk kaum laki-laki agar bersikap sabar dalam menghadapi perilaku kaum wanita, karena memang nyatanya secara umum laki-laki itu lebih mampu bersabar dan menanggung beban dari wanita. Boleh jadi malah nantinya Alloh yang langsung akan menuntun bahtera rumah tangga kita lantaran sikap yang sabar.
Sebagai suami yang sabar tentu dia tidak akan membenci istrinya seluruhnya (kalau ada akhlaq yang buruk), karena ketika ia melihat akhlaq buruk istrinya, maka ia pasti menemukan akhlaq baiknya. Sebagaimana hadits Nabi SAW “Janganlah seorang mukmin laki-laki itu membenci mukmin perempuan, sebab jika ia tidak senang daari wanita itu menyangkut suatu akhlaqnya, maka ia pasti senang terhadap akhlaqnya yang lain.” (HR. Muslim)
Semoga nasihat ini menjadi pengingat buat kita semua untuk senantiasa sabar, agar mampu menggapai bahtera rumah tangga yang barokah dalam menjalankan bahtera rumah tangga di tengah samudera. Amin.
Wallohua’lam
(Indra Mulya bersama Nani Hermalini, Bandar Lampung, 5 januari 2017)
~>NuansaHati

Tidak ada komentar:
Posting Komentar