Semoga kita diberikan mata hati yang baik oleh Alloh agar peka terhadap maksud dan tujuan dari diberikannya masalah pada kita. Kadang kita keliru memaknai masalah (orang sering sebut : ujian), seharusnya disikapi
dengan TAUBAT namun malah disikapi dengan SABAR. Sikapi masalah dengan
sikap yang tepat adalah pintu pertama keluar dari masalah. Hanya kita
dan Alloh yang tau jawabannya, apakah harus sabar ataukah harus taubat. Sebagai contoh sederhananya begini :
Ada seorang suami bekerja di perusahaan A, dalam
pekerjaannya ia mendapat banyak bonus insentif dari perusahaannya sehingga ia sanggup membeli berupa
mobil dari insentif yang ia dapatkan selama ini. Setelah ditelusuri bonusnya yang besar itu ternyata tidaklah didapatkan
dari penjualan yg sehat. Barang-barang
yg terjual secara transaksi dia katakan kepada pembeli bahwa barang yang dijualnya adalah barang yang layak pakai dengan
kualitas tinggi, namun kenyataannya barang yang kualitas tinggi hanya
separuh dari penjualan, separuhnya adalah kualitas rendah dan ini tidak
diketahui oleh pembeli karena barang kualitas rendahnya tertutupi. Baru
setelah sekian lama pembeli menyadari bahwa barangnya tidak semua
berkualitas tinggi. Nah suami ini menipu, menipu adalah dosa, berarti bermaksiat.
Dalam perjalan pekerjaan suami itu mungkin aman-aman saja, namun Alloh tidak diam saja, ada
saja kecelakaan kecil yang mengakibatkan mobil masuk bengkel. Tak bisa
dihindari pula istrinya juga menikmati hasil kerja suaminya sehingga
istri juga berada dalam mobil yang sering kecelakaan sehingga memgakibatkan
istri masuk rumah sakit. Orang-orang di sekelilingnya akan bilang pada mereka
: "kalian yang sabar ya, ini ujian". Apakah itu benar-benar ujian? Mungkin saja bukan, kalau sang suami itu jeli dengan
masalahnya, maka ia tau bahwa dirinya tidak seharusnya bersabar, namun
bertaubat dari perbuatan yang menyebabkan dosa dan dampaknya buan hanya untuk dirinya namun juga berdampak pada orang lain. Ya..tidak dipungkiri, mobil itu hasil bonus dari penjualan yang tidak halal.
Coba kita simak firman Alloh SWT : "Barang
siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka Aku akan berikan penghidupan yg
sempit" (Q.S. Thoha :124) Sungguh Alloh tidak diam saja, Alloh senantiasa melihat dan setiap perbuatan baik atau buruk selalu memiliki konsekuensi. Solusi terbaik si suami sudah jelas dia harus taubat dan mengembalikan seluruh insentif penjualan tidak sehat kemudian berlaku adil dalam transaksi dan meminta ridho dari orang-orang yang telah ia tipu. Wallohua'lam, semoga Alloh membukakan kepekaan iman kita agar dimudahkan untuk bertaubat.
Jadi, ujian seperti apa yg harus disikapi dengan sabar? Praktis saja, jelas ujian yang benar-benar
dialami oleh orang-orang sholeh. Jika masalah yang timbul untuk seseorang
tidak ada riwayat sebab dosa maka sabarlah sikap yang terbaik. Sekali lagi, hanya
kita dan Alloh saja yang tau apakah kita harus sabar apakah kita harus
taubat.
Wallohua'lam, semoga Alloh tuntun iman kita menjadi hamba yang sabar.