Sabtu, 30 Agustus 2014

PROSA : TIDAK MUDAH

Aku tak suka terbang, meskipun sebenarnya terbang adalah impian semua manusia. Tetapi apakah aku ini manusia? Aku tak senaif itu yang harus selalu terbang kesana kemari menemukan seorang pria atau wanita, tua ataupun muda yang selalu membutuhkan pertolongan. Aku kesana kemari hanya berusaha menemukan dimana rumahku yang tak pernah kulihat dan kutinggali. Aku pun mencoba mencari bagian yang lebih baik dari diriku yang tidak pernah orang lain tahu, aku sendiri pun tidak tahu. Padahal aku lebih dari sekedar burung yang memiliki rumah dan keluarga. Aku juga lebih dari sekedar pesawat terbang yang punya tujuan dan punya jalan pulang. Aku pun lebih dari sekedar pria tampan yang duduk di samping kereta melihat kampung halamannya dari kejauhan.

Mereka yang mengenalku berharap ingin menjadi sepertiku. Padahal tidaklah mudah jadi diriku. Andai aku bisa menangis, tapi nyatanya air mataku tak pernah keluar sejak kulahir. Aku hanya bisa merasakan sakit di dalam dada. Sekarang aku hanya bisa bersimpuh berlutut untuk mencoba memukan cara tuk berdusta pada setiap orang tentang rumah yang takkan pernah kulihat
dan kutinggali itu. Mungkin terdengar tak masuk akal dengan kepura-puraan ini. Tapi inilah aku, janganlah naïf, bahkan para pahlawan pun berhak terluka layaknya manusia biasa yang memiliki cinta, rumah dan keluarga. Aku benar-benar bingung tapi tak maukah mereka berpura-pura mengakui bahkan para pahlawan pun berhak memiliki mimpi.

Tidaklah mudah jadi diriku jika aku hanya terbang kesana kemari. Tinggi, tinggi dan jauh, jauh dari manusia-manusia kecil yang terlihat di bawahku. Tak mengapa asal kalian bisa tidur nyenyak malam ini dan tidak meneriaki namaku untuk memanggilku segera datang. Telingaku sungguh peka meskipun hanya sekedar bisikan kalian meminta tolong dari kejauhan. Itu sangat terdengar berisik sekali sehingga aku tak pernah memejamkan mata.

Aku tak gila kalau sebenarnya aku tak suka bagaimana caranya terbang. Aku tak senaif itu, tak seharusnya aku ditakdirkan tuk menunggang ataupun menembus awan seperti mengejar malaikat  atau bahkan menyaingi ketinggian malaikat yang sedang terbang. Padahal aku hanyalah seorang pria berjubah merah konyol yang sedang menjauhi Kryptonite di jalan satu arah ini, batu-batu hijau yang bisa membuatku mati lemas. Aku hanya seorang pria berjubah merah lucu yang sedang mencari hal istimewa di dalam diriku yang tak pernah kutemukan. Aku hanyalah seorang pria berjubah merah lucu yang mencari mimpi. Tak mudah jadi diriku jika tak punya mimpi, tak bisa menangis, tak punya rumah dan keluarga.


LIRIK LAGU "ITS NOT EASY" BY FIVE FOR FIGHTING

Senin, 16 Juni 2014

PROSA : CINTA (IBU DAN AYAH) :



 Surat Cinta untuk Ibu dan Ayah

Kesibukanku yang belum memperlihatkan hasil yang terbaik membuatku letih dan terkadang tak sanggup lagi untuk menulis. Namun aku jadi semangat menetapi kelelahan ketika ingat firman Alloh dalam surat Ali-'Imron ayat 169-171 yang bisa saya sederhanakan bahasanya bahwa Alloh menyampaikan pada kita agar jangan khawatir, bagi mereka yang mati karena kelelahan karena sedang menuntut ilmu/jihad/berjuang demi Alloh lainnya maka mereka sebenarnya tidak mati, namun mereka tetap hidup dalam tempat yang terbaik. Lanjutnya bagi mereka yang tidak mati namun menetapi kelelahannya sebagai upaya keistiqomahannya, mereka juga telah disediakan tempat yang kelak akan menggembirakan baginya. Siapa yang mau mendapatkan tempat terbaik maka janganlah pernah mengeluh dengan kelelahan.

Saat aku menuliskan surat ini, maka itu benar aku mencintainya dan tidak mungkin aku meragukannya. Meskipun aku tahu dia tak akan pernah membaca surat ini, aku yakin dia merasakan hal yang sama layaknya aku mencintainya, bahkan melebihi cintaku padanya, melebihi setiap rasa yang kupendam. Aku ingin membacakan surat ini untuknya suatu saat, karena aku ingin dia tahu satu hal yang teramat sangat penting bahwa aku bahagia dia membesarkanku dan memberikanku nama dan doa-doa yang baik.

Ibu…aku merindukanmu…kuharap aku bisa selalu ada didekatmu. Namun entah bagaimana aku bisa bertemu denganmu setiap hari dan setiao saat.Bukan berarti aku manja namun aku sebagai bentuk baktiku padamu. Mungkin dilain kesempatan ketika ibu melihatku sebagai orang yang berbeda, di saat  aku bisa melakukan apapun yang kumau, di saat aku bisa datang kapanpun aku mau, di saat aku bisa pulang ke pangkuanmu sesuka hatiku bagaimanapun keadaannya. Saat ini aku bertemu denganmu dalam doa saja. semoga Alloh senantiasa menyayangimu. Maafkan aku ibu…aku tidak bisa pulang awal Ramadhan tahun ini.

Ayah…aku juga merindukanmu. Kuharap ayah bisa menemani ibu. Selain ayah, siapa lagi yang akan menyayangi ibu di dekatnya. Aku dan saudara-saudaraku yang lain mendukungmu. Ibu orang yang paling berharga bagiku di dunia ini. Ayah…kuharap tubuhmu yang mulai mengeriput akan senantiasa kuat menjaga ibuku…sekarang ibu hanya jadi milikmu, ayah. Aku bisa membantu ayah dari tempatku berada dengan doaku agar ayah selalu sehat dan kuat, di tempat yang mungkin akan terlihat menghantui bagi kalian tapi aku menikmatinya, menikmati tempat dimana aku tidur, dimana aku makan, dimana aku membaca Al-Quran dan Tahajjud untuk mendoakan kalian.

Ayah harus…menjaga ibu sampai aku dan yang lainnya bisa pulang. Ayah harus bisa membuat ibu tertawa karena hanya ibu yang membuatku tertawa saat aku merengek. Ayah harus bisa menghibur ibu saat ibu bersedih. Ayah harus membimbing ibu agar senantiasa berada di jalan Syurga-Nya. Ayah harus sabar membimbing ibu hingga bisa lancar membaca Al-Quran. Percayalah ayah…aku juga ingin selalu membantu ibu agar lancar membaca Al-Quran. Meskipun itu hanya balasan yang tidak seberapa namun setidaknya itu adalah bentuk balas budiku terhadap ayah dan ibu yang telah mengajariku ilmu untuk membedakan mana yang benar dan yang salah. Di tempat yang jauh ini, aku berusaha bertahan hidup dengan segenap kemampuanku dan bekal ilmu yang kudapatakan dari kalian. Percayalah di tempat yang jauh ini aku hanya ingin memikirkan kalian.

Ayah…Ibu…percayalah aku ingin tau bagaimana rasanya kembali ke masa kecil dan dicintai melebihi apapun di dunia ini. Aku ingin kembali ke masa itu dan memperbaiki semua kenakalanku. Aku ingin membersihkan semua tempat yang kotor hingga bagian sudut yang paling sulit dibersihkan. Saat semua sudah bersih, jangan kalian kotori lagi tangan kalian dengan kesusahan dan kelelahan menjagaku dan membimbingku. Sayangnya aku tidak bisa memperbaiki kesalahanku di masa lalu kecuali memberikanmu harapan di masa depan. Harapan bahwa suatu saat kalian akan mengingat anak kalian sudah dewasa, harapan dimana anak kalian telah lupa  memiliki keterbatasan kesehatan dibandingkan dengan anak kalian yang lain, harapan dimana anak kalian suatu saat dengan izin Allah akan menikah sesuai dengan impian kalian, harapan bahwa suatu hari nanti keluarga kita akan utuh kembali, tetapi yang terpenting aku berharap entah bagaimana caranya aku akan disana, di syurga-Nya dan menunggu kesempatan kita bisa bersama kembali. Di Syurga-Nya, kita akan saling mengulurkan tangan dan berkumpul kembali dan tak akan ada lagi yang bisa memisahkan keluarga kita.

Wahai Allah, aku bicara pada-Mu yang Maha Mendengar, Maha Menatap, Maha Tahu, Maha Mencukupkan dan Maha Pengampun. Ampuni dan sayangi kedua orang tua hamba, ampuni hamba karena sering lalai mengingat, memuliakan, mendoakan  dan membahagiakan orang tua hamba. Wahai Allah yang Maha Penolong, selamatkan orang tua hamba, Ampuni seluruh dosa-dosanya, jadikan akhir hayat orang tua hamba khusnul khotimah, lapangkan kuburnya…ya Allah, ringankan hisabnya dan jadikan kami menjadi anak yang tau balas budi Ya Allah… 


Wahai Allah…karuniakan kepada kami keluarga yang berkah, yang  yakin akan akan pertolongan-Mu, yang patuh pada- Mu, keluarga yang tidak tertipu pada dunia-Mu. Wahai Allah, muliakan akhlak saudara-saudara hamba, jauhkan kami dari kesesatan, jauhkan kami dari kehinaan dunia akhirat. Wahai Allah…andai saja Engkau memisahkan kami, pertemukan kami di syurga terbaikmu…wahai Allah yang Maha Mendengar…berkahilah sisa umur kami…


Wahai Allah..betapapun kami jauh dari keluarga kami, kuatkan hati dan iman kami ya Alah, kutitipkan ayah, ibu dan saudara-saudara kami yang jauh di sana, jadikan kami saling menyayangi, berkahi sisa umur kami, berkahi rizki kami yang kau titipkan,  berkahi ilmu kami yang maslahat untuk ummat, jauhkan kami dari bala dan musibah. Jadikan akhir hayat kami khusnul khotimah…


Wahai Allah.. jadikan sikap saling merindukan kami kepada keluarga dan orang tua hamba menjadi penggugur dosa kami dan menjadi sebab Engkau ridho pada kami, jadikan kami ridho dengan dunia yang kami dapatkan ini Ya Allah, jadikan kami ahli Syukur, ahli sabar, ahli ibadah yang ikhlas dan istiqomah dimanapun kaki hamba berpijak dan jauh dari rumah.

Amin..

Rabu, 14 Mei 2014

PUISI : KETUHANAN :



PELANGI

Hujan yang tak tertahan
Menderas di tengah matahari
membasahi diri
Mencipta pelangi

Kuterjang turunnya
Mengejar warna pelangi . .
Pelangi yang meninggalkanku
tak kembali tak dapat kukejar. . .

kusadari kesalahanku membuat-Mu marah
Namun aku selalu membutuhkan-Mu

Setiap waktu, dimanapun itu aku mengingat-Mu dengan khusuk
Maafkanlah aku jika khilaf dan berpaling dari rahmat-Mu.

Senin, 12 Mei 2014

PUISI : ALAM :



BINTANG

Malam yang datang apakah pertanda baik?
Aku tak tau siapa diriku ketika bintang menghilang
Dimana sebenarnya tempat gelap ini?
Aku harus meninggalkan malam meski baik untukku

Malam memberikan waktu untuk memejam
Malam memberikanku ketenangan
Jika aku tak terlelap, akan tetap kubuka mata
Jika aku tak tenang, aku kan mencari bintang yang hilang

Bintang yg kucari kuingin ada di jalan syurga
Aku juga ingin melihat bintang tersenyum di syurga
Hanya di syurga

Kusadari aku tak miliki istana di dunia ini meski bintang menginginkannya
Kusadari aku tak miliki berlian untuk menghiasi kehidupan bintang

Butuh perjuangan panjang jika ingin miliki istana dan berlian
Duhai Bintang malam, kau harus menuntunku untuk milikinya
sanggupkah kau menuntun dan menungggu?
Namun kau hanya diam seribu bahasa






Kamis, 24 April 2014

PUISI KEHORMATAN WANITA :



RATUKU

Tangan tak kuasa menyentuh kecuali layak
Mata tak kuasa menatap kecuali layak
Kaki tak kuasa sejajar kecuali layak
Wajah tak kuasa mendongak kecuali layak

Siapa gerangan yang bisa memperlakukannya dengan layak
Hanya seorang raja yang bisa memperlakukannya dengan layak
Rajalah yang sangat dihormati dengan layak
Hingga ia wafat masih dihormati dengan layak

Ratuku, aku menghormatimu layaknya kuhormati seorang raja
Ratuku, tidak akan kuberani ku menyentuhmu kecuali aku seorang raja
Ratuku, tak layak wajah ini mendongak kecuali aku seorang raja
Ratuku, tak layak aku bersanding denganmu kecuali aku seorang raja