Aku tak suka terbang, meskipun
sebenarnya terbang adalah impian semua manusia. Tetapi apakah aku ini manusia? Aku
tak senaif itu yang harus selalu terbang kesana kemari menemukan seorang pria
atau wanita, tua ataupun muda yang selalu membutuhkan pertolongan. Aku kesana kemari
hanya berusaha menemukan dimana rumahku yang tak pernah kulihat dan kutinggali.
Aku pun mencoba mencari bagian yang lebih baik dari diriku yang tidak pernah
orang lain tahu, aku sendiri pun tidak tahu. Padahal aku lebih dari sekedar
burung yang memiliki rumah dan keluarga. Aku juga lebih dari sekedar pesawat
terbang yang punya tujuan dan punya jalan pulang. Aku pun lebih dari sekedar pria
tampan yang duduk di samping kereta melihat kampung halamannya dari kejauhan.
Mereka yang mengenalku berharap
ingin menjadi sepertiku. Padahal tidaklah mudah jadi diriku. Andai aku bisa
menangis, tapi nyatanya air mataku tak pernah keluar sejak kulahir. Aku hanya
bisa merasakan sakit di dalam dada. Sekarang aku hanya bisa bersimpuh berlutut
untuk mencoba memukan cara tuk berdusta pada setiap orang tentang rumah yang
takkan pernah kulihat
dan kutinggali itu. Mungkin terdengar tak masuk akal dengan
kepura-puraan ini. Tapi inilah aku, janganlah naïf, bahkan para pahlawan pun
berhak terluka layaknya manusia biasa yang memiliki cinta, rumah dan keluarga. Aku
benar-benar bingung tapi tak maukah mereka berpura-pura mengakui bahkan para
pahlawan pun berhak memiliki mimpi.
Tidaklah mudah jadi diriku jika aku
hanya terbang kesana kemari. Tinggi, tinggi dan jauh, jauh dari manusia-manusia
kecil yang terlihat di bawahku. Tak mengapa asal kalian bisa tidur nyenyak
malam ini dan tidak meneriaki namaku untuk memanggilku segera datang. Telingaku
sungguh peka meskipun hanya sekedar bisikan kalian meminta tolong dari
kejauhan. Itu sangat terdengar berisik sekali sehingga aku tak pernah memejamkan
mata.
Aku tak gila kalau sebenarnya aku
tak suka bagaimana caranya terbang. Aku tak senaif itu, tak seharusnya aku ditakdirkan
tuk menunggang ataupun menembus awan seperti mengejar malaikat atau bahkan menyaingi ketinggian malaikat yang
sedang terbang. Padahal aku hanyalah seorang pria berjubah merah konyol yang sedang
menjauhi Kryptonite di jalan satu
arah ini, batu-batu hijau yang bisa
membuatku mati lemas. Aku hanya seorang pria berjubah merah lucu yang sedang mencari
hal istimewa di dalam diriku yang tak pernah kutemukan. Aku hanyalah seorang
pria berjubah merah lucu yang mencari mimpi. Tak mudah jadi diriku jika tak
punya mimpi, tak bisa menangis, tak punya rumah dan keluarga.
LIRIK LAGU "ITS NOT EASY" BY FIVE FOR FIGHTING