Senin, 19 Oktober 2015

NASIHAT : TIDUR ADALAH MINIATUR KEMATIAN

        Ketika kita tidur, mungkin kebanyakan kita sebelum tidur mempersiapkan diri senyaman mungkin sebelumnya. Pintu dan jendela rumah dipastikan dulu sudah terkunci rapat, kompor sudah dimatikan, baju sudah bersih, badan sudah wudhu, masakan yang bisa basi sudah dimasukkan ke dalam kulkas atau dihangatkan dulu, televisi dan peralatan elektronik lainnya sudah dimatikan dan lain sebagainya yang kemudian membuat kita yakin bahwa esok hari kita akan bangun lagi dengan fikiran yang segar dan siap beraktivitas karena segala sesuatunya sudah dipersiapkan sebelum tidur.

      Coba deh kita bayangin gimana kalau kita tidur tidak mempersiapkan diri dengan apa-apa. Ketika kita bangun kita akan bangun dalam keadaan kotor, kamar berantakan, masakan basi, rumah dimasuki maling, kompor masih menyala sampai pagi sehingga menghabiskan gas. Jika tak ada persiapan, pastilah segala aktivitas kita akan mengalami banyak masalah di hari ketika kita bangun itu.
      

     Nah, Ketahuilah saudaraku semuanya bahwa tidur kita sebenarya itu adalah miniatur kematian. Apa yang akan terjadi ketika kita yakin bahwa ada kehidupan setelah kematian (tidur) namun kita tidak mempersiapkan apa-apa sebelum kita tidur? Kita ga pernah baca Al-Qur’an apalagi menghafal, kita jarang sholat tahajjud, kita kesiangan sholat subuh, kita sering lalai dari panggilan adzan dengan alasan nanggung masih rapat nanggung masih ngajar nanggung masih lama qomat-nya, sedekah kita uang yang paling kucel dan paling kecil nominalnya di dalam dompet, kita masih sering merasa paling benar dan sering menyalahkan orang lain, dan kita masih suka ber-suudzon dan menggunjing. Apa yang terjadi jika kita tidak punya persiapan apa-apa untuk menghadapi hari esok saat kita bangun dari tidur (kematian) kita bisa menjawabnya masing-masing.

       Mari bekali diri dengan persiapan yang matang untuk menghadapi hari esok yang lebih baik. Sekiranya hari esok tak kita temui lagi, maka persiapan kita sebelum istirahat sudah menenangkan kita bahwa kita sudah siap dan pasrah untuk tidak bangun lagi. Tak ada yang bisa menjamin pula ketika kita tidur atau istirahat ternyata ruh kita tidak kembali dan kemudian membawa kita ke alam lain setelah dunia.
“Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; Maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda- tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.” (Az-Zumar : 42)
 

Wallohua’lam
Ini sekilas materi taklim pagi ini sebelum belajar Al-Qur’an, semoga Alloh selalu mudahkan jalan kita untuk menebar kebaikan untuk bekal di kehidupan setelah dunia. Jamaah taklimnya sih ga banyak, tapi jumlah itu nomor sekian. Bagi saya, yang terpenting adalah totalitas dalam membina agar membina menjadi sarana mendekatkan diri pada Alloh.
~>NuansaHati :)

Selasa, 13 Oktober 2015

NASIHAT : MENDENGARKANNYA SAJA MENENANGKAN

         Mendengar suara anak-anak diajarin Ngaji ibunya rasanya adeeeem banget di hati. Inilah keajaiban Al-Quran. Bikin adem hati para pembaca dan pendengar yang menyimak dengan khusuk. Hati adem (tenang) itu ga bisa dibeli, ga bisa dihargai dengan uang sebanyak apapun.
Bayangin ya, israel itu paling takut sama anak-anak palestina yang sudah hafal Quran. Kecilnya saja hafal Quran, nah bagaimana dia dewasa kelak, apa yang bisa dia mereka lakukan?

          Nah, masa kecil kita ngapain? Kita beristighfar pada Alloh jika terlalu lama melalaikan Quran. Itulah penyebab masalah-masalah dalam hidup kita ga kelar-kelar. Kenapa? karena kita melalaikan Quran terlalu lama. Paling tidak kita tobat untuk tidak melalaikan Quran lagi di usia kita sekarang ini. Apalagi bagi orang yang sudah sadar bacaannya masih kurang sempurna, harus Bener-bener tobat, karena nyatanya Taubat itu ga gampang, butuh kesungguhan dan pengorbanan kesenangan duniawi. Kita mulai lempengin baca Quran, kalau udah mulai lempeng tambahin hapalan Quran.
          

         Udahlah, jangan mikirin yang lain dulu, nawaitu (niat) benerin Bacaan Quran baru mikirin ilmu-ilmu yang lain. Biidznillah Alloh akan memberikan pemberian-Nya yang terbaik bagi orang yang menyibukkan diri dengan Al-Quran, Alloh akan muliakan orang yang memuliakan Al-Quran.
 

Allohua'lam,
Mari bertaubat dan mulai merapat diri pada Al-Quran.

~>Nuansa Hati :)