Ketika kita tidur, mungkin kebanyakan kita sebelum tidur
mempersiapkan diri senyaman mungkin sebelumnya. Pintu dan jendela rumah
dipastikan dulu sudah terkunci rapat, kompor sudah dimatikan, baju sudah
bersih, badan sudah wudhu, masakan yang bisa basi sudah dimasukkan ke
dalam kulkas atau dihangatkan dulu, televisi dan peralatan elektronik
lainnya sudah dimatikan dan lain sebagainya yang kemudian membuat kita
yakin bahwa esok hari kita akan bangun lagi dengan fikiran yang segar dan siap beraktivitas karena segala sesuatunya sudah dipersiapkan sebelum tidur.
Coba deh kita bayangin gimana kalau kita tidur tidak mempersiapkan diri
dengan apa-apa. Ketika kita bangun kita akan bangun dalam keadaan
kotor, kamar berantakan, masakan basi, rumah dimasuki maling, kompor
masih menyala sampai pagi sehingga menghabiskan gas. Jika tak ada
persiapan, pastilah segala aktivitas kita akan mengalami banyak masalah
di hari ketika kita bangun itu.
Nah, Ketahuilah saudaraku semuanya
bahwa tidur kita sebenarya itu adalah miniatur kematian. Apa yang akan
terjadi ketika kita yakin bahwa ada kehidupan setelah kematian (tidur)
namun kita tidak mempersiapkan apa-apa sebelum kita tidur? Kita ga
pernah baca Al-Qur’an apalagi menghafal, kita jarang sholat tahajjud,
kita kesiangan sholat subuh, kita sering lalai dari panggilan adzan
dengan alasan nanggung masih rapat nanggung masih ngajar nanggung masih
lama qomat-nya, sedekah kita uang yang paling kucel dan paling kecil
nominalnya di dalam dompet, kita masih sering merasa paling benar dan
sering menyalahkan orang lain, dan kita masih suka ber-suudzon dan
menggunjing. Apa yang terjadi jika kita tidak punya persiapan apa-apa
untuk menghadapi hari esok saat kita bangun dari tidur (kematian) kita
bisa menjawabnya masing-masing.
Mari bekali diri dengan persiapan
yang matang untuk menghadapi hari esok yang lebih baik. Sekiranya hari
esok tak kita temui lagi, maka persiapan kita sebelum istirahat sudah
menenangkan kita bahwa kita sudah siap dan pasrah untuk tidak bangun
lagi. Tak ada yang bisa menjamin pula ketika kita tidur atau istirahat
ternyata ruh kita tidak kembali dan kemudian membawa kita ke alam lain
setelah dunia.
“Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan
(memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; Maka Dia
tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia
melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya
pada yang demikian itu terdapat tanda- tanda kekuasaan Allah bagi kaum
yang berfikir.” (Az-Zumar : 42)
Wallohua’lam
Ini sekilas materi
taklim pagi ini sebelum belajar Al-Qur’an, semoga Alloh selalu mudahkan
jalan kita untuk menebar kebaikan untuk bekal di kehidupan setelah
dunia. Jamaah taklimnya sih ga banyak, tapi jumlah itu nomor sekian. Bagi
saya, yang terpenting adalah totalitas dalam membina agar membina
menjadi sarana mendekatkan diri pada Alloh.
~>NuansaHati :)
Di sinilah kita mengunggah dunia yang ada dalam alam fiktif ke dalam bentuk karya tulis. Biarlah fiktif asalkan syar'i.
Senin, 19 Oktober 2015
Selasa, 13 Oktober 2015
NASIHAT : MENDENGARKANNYA SAJA MENENANGKAN
Mendengar suara anak-anak diajarin Ngaji ibunya rasanya adeeeem banget
di hati. Inilah keajaiban Al-Quran. Bikin adem hati para pembaca dan
pendengar yang menyimak dengan khusuk. Hati adem (tenang) itu ga bisa
dibeli, ga bisa dihargai dengan uang sebanyak apapun.
Bayangin ya, israel itu paling takut sama anak-anak palestina yang sudah hafal Quran. Kecilnya saja hafal Quran, nah bagaimana dia dewasa kelak, apa yang bisa dia mereka lakukan?
Nah, masa kecil kita ngapain? Kita beristighfar pada Alloh jika terlalu lama melalaikan Quran. Itulah penyebab masalah-masalah dalam hidup kita ga kelar-kelar. Kenapa? karena kita melalaikan Quran terlalu lama. Paling tidak kita tobat untuk tidak melalaikan Quran lagi di usia kita sekarang ini. Apalagi bagi orang yang sudah sadar bacaannya masih kurang sempurna, harus Bener-bener tobat, karena nyatanya Taubat itu ga gampang, butuh kesungguhan dan pengorbanan kesenangan duniawi. Kita mulai lempengin baca Quran, kalau udah mulai lempeng tambahin hapalan Quran.
Udahlah, jangan mikirin yang lain dulu, nawaitu (niat) benerin Bacaan Quran baru mikirin ilmu-ilmu yang lain. Biidznillah Alloh akan memberikan pemberian-Nya yang terbaik bagi orang yang menyibukkan diri dengan Al-Quran, Alloh akan muliakan orang yang memuliakan Al-Quran.
Allohua'lam,
Mari bertaubat dan mulai merapat diri pada Al-Quran.
~>Nuansa Hati :)
Bayangin ya, israel itu paling takut sama anak-anak palestina yang sudah hafal Quran. Kecilnya saja hafal Quran, nah bagaimana dia dewasa kelak, apa yang bisa dia mereka lakukan?
Nah, masa kecil kita ngapain? Kita beristighfar pada Alloh jika terlalu lama melalaikan Quran. Itulah penyebab masalah-masalah dalam hidup kita ga kelar-kelar. Kenapa? karena kita melalaikan Quran terlalu lama. Paling tidak kita tobat untuk tidak melalaikan Quran lagi di usia kita sekarang ini. Apalagi bagi orang yang sudah sadar bacaannya masih kurang sempurna, harus Bener-bener tobat, karena nyatanya Taubat itu ga gampang, butuh kesungguhan dan pengorbanan kesenangan duniawi. Kita mulai lempengin baca Quran, kalau udah mulai lempeng tambahin hapalan Quran.
Udahlah, jangan mikirin yang lain dulu, nawaitu (niat) benerin Bacaan Quran baru mikirin ilmu-ilmu yang lain. Biidznillah Alloh akan memberikan pemberian-Nya yang terbaik bagi orang yang menyibukkan diri dengan Al-Quran, Alloh akan muliakan orang yang memuliakan Al-Quran.
Allohua'lam,
Mari bertaubat dan mulai merapat diri pada Al-Quran.
~>Nuansa Hati :)
Langganan:
Postingan (Atom)