Jumat, 10 Juni 2016

NASIHAT : BENARKAH BANYAK AMAL SHOLIH CEPAT MASUK SURGA?

           Kita mungkin sering melihat di komputer ada tampilan banyak aplikasi-aplikasi yang sudah di instal sampai penuh tuh aplikasi menutupi layar monitor. Tentunya tampilan-tampilan itu untuk mempermudah dan mempercepat kita menggunakan aplikasi yang ada melalui jalan pintas atau sering disebut dengan shortcut. Kita akan langsung bisa masuk ke program atau aplikasi dan bisa menikmati apa yang kita ingin mainkan, baik itu game atau aplikasi windows lainnya. Bahkan kita pun akan menemukan shortcut digunakan dalam semua aspek kehidupan karena memang digandrungi banyak orang. Misalnya saja Shortcut cepet kaya, shortcut cepet nikah, shortcut cepet lulus kuliah, macem-macem lah pokoknya, asal ga melanggar syariat mah boleh-boleh saja. Termasuk nih shortcut ke surga, jalan pintas atau jalan cepat masuk surga. Ada ga sih? Gimana caranya? Kepikiran aja mungkin kita belum pernah.

         Keumuman orang berfikir, bahwa yang namanya masuk surga ya bawa amal sholih sebanyak-banyaknya. Itu memang benar, ga salah, tapi mungkin ada juga sebagian dari kita yang mencoba mencari gaya masuk surga dengan cara yang berbeda. Banyak orang minder duluan kalau liat orang sudah pake gamis putih-putih, keningnya hitam, pake sorban, rajin ke mesjid, rajin ibadah lah pokoknya, kayaknya nih sudah punya kaplingin di surga. Bahkan kayaknya merek di bajunya sepertinya sudah kliatan ada stempel "surga”, sehingga orang yang nampaknya biasa-biasa saja jadi minder dan bertanya dalam hati, "Bener ga sih kita bisa masuk surga tanpa penampakan sholih seperti itu?"  Benarkah surga hanya untuk orang-orang yang amal sholihnya banyak saja? Seperti apakah gaya yang berbeda agar bisa masuk surga  jalan pintas masuk ke surga sehingga bisa masuk surga seperti orang-orang yang banyak beramal sholih?

          Nah, untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, saya pengen buat perbandingan begini. Katakanlah si fulan dia ini ahli ibadah, sholat 5 waktu ga ketinggalan, rukun islam yang lain dilaksanakan, tahajjud kenceng, sedekah ga putus, baca Al-Quran tiap hari. Kalau dihitung-hitung pahalanya, taroklah nilainya 1000, ini misal ukuran jumlah pahala yang udah gede. Setelah dia yakin dengan hitung-hitungan amal sholihnya banyak, dia yakin siap menghadap Alloh, nah kemudian beneran nih si fulan akhirnya meninggal. Tapi ternyata setelah dia meninggal, dia lupa bahwa dia juga punya amal maksiyat yang belum di-taubat-i dan belum menyelesaikan kesalahan-kesalahan dengan orang lain selama di dunia sehingga memberi dia nilai dosa sebesar 2000. Kasusnya sih hampir sama seperti cerita Nabi SAW dalam hadits Sahih Muslim yang kurang lebih seperti ini : Rosululloh bersabda, “Tahukah kalian siapakah orang yang bangrut (Muflis) itu?” Sahabat menjawab, “orang yang bangkrut adalah orang yang tak punya dirham dan harta benda”. Sabda Nabi SAW, orang yang bangkrut dari ummatku di hari kiamat dengan membawa pahala sholat, puasa, dan zakat dan sungguh ia juga mencaci orang ini, menuduh orang ini, memakan harta orang ini (dengan cara tak halal), membunuh orang ini, dan melukai orang ini. Maka kepada orang tempat dia bersalah itu, diberikan amal baiknya dan kepada orang ini diberikan pula amal baiknya. Apabila amal baiknya telah habis sebelum semuanya terbayar, maka diambil kesalahan orang yang tersebut itu tadi lalu dilemparkan kepadanya. Sesudah itu dia dilemparkan ke neraka.” Sungguh kita berlindung pada Alloh dari hal demikian. Kalau itung-itungan matematika, si fulan jelas rugi. Amal sholih yang ia kumpulkan susah payah selama di dunia ternyata berkurang, habis bahkan bisa minus untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Timbangan amal buruknya menjadi lebih berat dari pada amal sholihnya. Nah, terus gimana dong kalau udah begini? Ya tentunya si fulan masuk neraka, meskipun nantinya juga masuk surga tapi kan ya nyicip juga api neraka, tapi entah berapa tahun lamanya hanya Alloh yang Tau.

          Kemudian ada pula seseorang yang lain ya amalan sholihnya biasa saja. Solat lima waktu, sedekah jarang, tahajjud ga pernah, puasa setahun sekali, baca quran juga kalau ada yang nyuruh. Kalau dihitung-hitung ya mungkin nilai amal sholihnya cuma 200. Tapi di sisi lain ternyata dia rajin taubat pada Alloh dan minta maaf pada orang yang dia dzolimi, sehingga nilai amal buruknya itu cuma 150. Nah, kalau seperti ini kebayang kan kita, mau masuk mana orang ini dengan melihat amal sholihnya yang sedikit tapi amal buruknya juga lebih sedikit. Tentu dia akan masuk surga tanpa mampir dulu ke neraka.

         Jadi, terjawablah sudah. Amal sholih saja ternyata ga cukup membawa kita ke surga. Kalau ada yang tanya, mending mana, amal sholihnya 1000 tapi amal buruknya 2000 dengan amal sholihnya hanya 200 tapi amal buruknya 150? Tentu kalau saya yang ditanya akan lebih memilih amal sholih 1000 dan amal buruk 0, alias ga ada amal buruk. Banyak amal sholih dosanya ga ada alias sudah diampuni. InsyaAlloh mudah-mudahan kita diberi hidayah oleh Alloh sehingga bisa beramal seperti itu. Sungguh kita pun berlindung pula pada Alloh dari hal yang sebaliknya dari itu, sementara ada banyak orang sibuk nyari jalan cepat ke surga, eh ada pula orang yang bikin jalan cepat ke neraka dengan cara maksiat iya, amal sholih kagak. Sehingga amal sholihnya 0 amal buruknya 1000.

        Perbandingan yang sudah kita bahas ini bukan berarti meremehkan banyaknya amal sholih kemudian memuji yang amalnya biasa saja. Ga begitu juga. Ini hanya perumpamaan saja. Kalau seseorang ga bisa menyaingi amal sholih orang lain, setidaknya dia meninggalkan perbuatan maksiat, meninggalkan tempat yang membuatnya bermaksiat dan banyak bertaubat. Sebaliknya, orang yang banyak amal sholih juga jangan terlalu terlena dengan banyaknya amalan sholihnya, jangan lupa untuk rajin hitung-hitung juga amal buruk yang harus di tinggalkan dan harus di-taubat-i. Lebih-lebih kalau berhubungan dengan manusia, maka harus segera diselesaikan urusannya agar saling ridho satu sama lain. Dengan begitu insyaAlloh kejawab pula, bagaimana kita menggunakan gaya lain dengan mencari jalan cepat ke surga, banyak amal sholih, banyak minta maaf serta banyak taubat. Tentunya Alloh-lah Yang Maha Adil dalam menghitung-hitung amal manusia dan semua upaya kita di dunia, termasuk jalan yang kita anggap cepat, akan senantiasa membutuhkan ridho Alloh SWT.

Wallohua’lam, semoga Alloh ridho dengan semua amal kita, berkenan mengampuni semua dosa kita dan memasukkan kita semua ke surga Alloh SWT tanpa mampir dulu ke neraka. Amin

~>NuansaHati:)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar