Kita mungkin sering melihat di komputer ada tampilan banyak
aplikasi-aplikasi yang sudah di instal sampai penuh tuh aplikasi
menutupi layar monitor. Tentunya tampilan-tampilan itu untuk mempermudah
dan mempercepat kita menggunakan aplikasi yang ada melalui jalan pintas
atau sering disebut dengan shortcut. Kita akan langsung bisa masuk ke
program atau aplikasi dan bisa menikmati apa yang kita ingin mainkan,
baik itu game atau aplikasi windows lainnya. Bahkan kita pun akan
menemukan shortcut digunakan dalam semua aspek kehidupan karena memang
digandrungi banyak orang. Misalnya saja Shortcut cepet kaya, shortcut
cepet nikah, shortcut cepet lulus kuliah, macem-macem lah pokoknya, asal
ga melanggar syariat mah boleh-boleh saja. Termasuk nih shortcut ke
surga, jalan pintas atau jalan cepat masuk surga. Ada ga sih? Gimana caranya? Kepikiran
aja mungkin kita belum pernah.
Keumuman orang berfikir, bahwa yang
namanya masuk surga ya bawa amal sholih sebanyak-banyaknya. Itu memang
benar, ga salah, tapi mungkin ada juga sebagian dari kita yang mencoba mencari
gaya masuk surga dengan cara yang berbeda. Banyak orang minder duluan kalau liat orang sudah pake gamis
putih-putih, keningnya hitam, pake sorban, rajin ke mesjid, rajin ibadah
lah pokoknya, kayaknya nih sudah punya kaplingin di surga. Bahkan kayaknya merek
di bajunya sepertinya sudah kliatan ada stempel "surga”, sehingga orang yang
nampaknya biasa-biasa saja jadi minder dan bertanya dalam hati, "Bener
ga sih kita bisa masuk surga tanpa penampakan sholih seperti itu?" Benarkah surga hanya untuk orang-orang
yang amal sholihnya banyak saja? Seperti apakah gaya yang berbeda agar bisa masuk surga jalan pintas masuk ke surga sehingga bisa masuk surga seperti orang-orang yang banyak beramal sholih?
Nah, untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, saya pengen buat perbandingan begini. Katakanlah si fulan
dia ini ahli ibadah, sholat 5 waktu ga ketinggalan, rukun islam yang
lain dilaksanakan, tahajjud kenceng, sedekah ga putus, baca Al-Quran
tiap hari. Kalau dihitung-hitung pahalanya, taroklah nilainya 1000, ini
misal ukuran jumlah pahala yang udah gede. Setelah dia yakin dengan
hitung-hitungan amal sholihnya banyak, dia yakin siap menghadap Alloh,
nah kemudian beneran nih si fulan akhirnya meninggal. Tapi ternyata setelah
dia meninggal, dia lupa bahwa dia juga punya amal maksiyat yang belum
di-taubat-i dan belum menyelesaikan kesalahan-kesalahan dengan orang
lain selama di dunia sehingga memberi dia nilai dosa sebesar 2000.
Kasusnya sih hampir sama seperti cerita Nabi SAW dalam hadits Sahih
Muslim yang kurang lebih seperti ini : Rosululloh bersabda, “Tahukah kalian
siapakah orang yang bangrut (Muflis) itu?” Sahabat menjawab, “orang yang
bangkrut adalah orang yang tak punya dirham dan harta benda”. Sabda
Nabi SAW, “orang yang bangkrut dari ummatku di hari kiamat dengan
membawa pahala sholat, puasa, dan zakat dan sungguh ia juga mencaci
orang ini, menuduh orang ini, memakan harta orang ini (dengan cara tak
halal), membunuh orang ini, dan melukai orang ini. Maka kepada orang
tempat dia bersalah itu, diberikan amal baiknya dan kepada orang ini
diberikan pula amal baiknya. Apabila amal baiknya telah habis sebelum
semuanya terbayar, maka diambil kesalahan orang yang tersebut itu tadi
lalu dilemparkan kepadanya. Sesudah itu dia dilemparkan ke neraka.”
Sungguh kita berlindung pada Alloh dari hal demikian. Kalau itung-itungan matematika, si fulan jelas rugi. Amal sholih yang ia kumpulkan susah payah selama di dunia ternyata berkurang, habis bahkan bisa minus untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Timbangan amal
buruknya menjadi lebih berat dari pada amal sholihnya. Nah, terus gimana dong
kalau udah begini? Ya tentunya si fulan masuk neraka, meskipun nantinya
juga masuk surga tapi kan ya nyicip juga api neraka, tapi entah berapa tahun
lamanya hanya Alloh yang Tau.
Kemudian ada pula seseorang yang lain
ya amalan sholihnya biasa saja. Solat lima waktu, sedekah jarang,
tahajjud ga pernah, puasa setahun sekali, baca quran juga kalau ada yang
nyuruh. Kalau dihitung-hitung ya mungkin nilai amal sholihnya cuma 200.
Tapi di sisi lain ternyata dia rajin taubat pada Alloh dan minta maaf
pada orang yang dia dzolimi, sehingga nilai amal buruknya itu cuma 150.
Nah, kalau seperti ini kebayang kan kita, mau masuk mana orang ini dengan melihat amal
sholihnya yang sedikit tapi amal buruknya juga lebih sedikit. Tentu dia
akan masuk surga tanpa mampir dulu ke neraka.
Jadi, terjawablah sudah. Amal
sholih saja ternyata ga cukup membawa kita ke surga. Kalau ada yang
tanya, mending mana, amal sholihnya 1000 tapi amal buruknya 2000 dengan
amal sholihnya hanya 200 tapi amal buruknya 150? Tentu kalau saya yang ditanya akan lebih memilih
amal sholih 1000 dan amal buruk 0, alias ga ada amal buruk. Banyak amal sholih dosanya ga ada alias sudah diampuni. InsyaAlloh mudah-mudahan
kita diberi hidayah oleh Alloh sehingga bisa beramal seperti itu.
Sungguh kita pun berlindung pula pada Alloh dari hal yang sebaliknya
dari itu, sementara ada banyak orang sibuk nyari jalan cepat ke surga, eh ada
pula orang yang bikin jalan cepat ke neraka dengan cara maksiat iya, amal
sholih kagak. Sehingga amal sholihnya 0 amal buruknya 1000.
Perbandingan yang sudah kita bahas ini bukan berarti meremehkan banyaknya amal sholih kemudian memuji yang amalnya biasa saja. Ga
begitu juga. Ini hanya perumpamaan saja. Kalau seseorang ga bisa menyaingi
amal sholih orang lain, setidaknya dia meninggalkan perbuatan maksiat,
meninggalkan tempat yang membuatnya bermaksiat dan banyak bertaubat.
Sebaliknya, orang yang banyak amal sholih juga jangan terlalu terlena
dengan banyaknya amalan sholihnya, jangan lupa untuk rajin hitung-hitung juga
amal buruk yang harus di tinggalkan dan harus di-taubat-i. Lebih-lebih kalau berhubungan dengan manusia, maka harus segera diselesaikan urusannya agar saling ridho satu sama lain. Dengan begitu
insyaAlloh kejawab pula, bagaimana kita menggunakan gaya lain dengan mencari jalan cepat ke surga, banyak amal sholih, banyak minta maaf serta banyak taubat.
Tentunya Alloh-lah Yang Maha Adil dalam menghitung-hitung amal manusia
dan semua upaya kita di dunia, termasuk jalan yang kita anggap cepat, akan senantiasa
membutuhkan ridho Alloh SWT.
Wallohua’lam, semoga Alloh ridho
dengan semua amal kita, berkenan mengampuni semua dosa kita dan
memasukkan kita semua ke surga Alloh SWT tanpa mampir dulu ke neraka. Amin
~>NuansaHati:)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar