Jumat, 07 Maret 2014

CERPEN TENTANG MOTIVASI BEKERJA




SEMANGAT DAN SENYUMAN ADALAH KUNCI KEBERHASILAN



Selepas aku memberikan materi di sebuah acara di pedesaan, aku sangat lelah sekali sehingga menuntutku untuk segera beristirahat. Baju bertumpuk di kursi belakang membuatku semakin penat memikirkannya. Tapi, ah…sepertinya aku harus menunda istirahat karena aku melihat pendamping saya sebagai instruktur, mukanya sudah sangat lusuh dan sering mengeluh ini dan itu sampai-sampai sudah malas untuk menjalankan tugasnya sebagai pendamping atau asisten, sepertinya aku tidak pernah bisa lepas darinya karena kemanapun aku pergi dia tau keberadaanku dan kalau ada kesempatan ikut dia pasti akan ikut, ternyata dia terlihat sangat lapar. Sepertinya sopirku pun begitu juga keadaannya. Kuputuskan berenti saja dalam perjalanan pulang itu dan kupustuskan mengunjungi sebuah pondok makan yang namanya “Pondok Bakar” di pinggir jalan. Kebetulan tempatnya sangat nyaman dan aku bisa makan lesehan di sana.  

Sesampainya di depan rumah makan itu, kok sepi sekali tempatnya. Para karyawannya hanya menganggur duduk di pohon  berayun, eh…maksudku duduk diayunan yang di kaitkan disebuah pohon besar. Ada empat orang karyawan yang berayun-ayun dan memandangi mobil kami yang dating saat itu. Satu orang nampak dengan wajah memelas namun berubah menjadi wajah yang sumringah melihat kedatangan kami, yah…akhirnya mereka pun semuanya menjadi sumringah (red : tersenyum lebar, kegirangan, berbunga-bunga). Mungkin karena seharian itu mereka tidak mendapatkan pelanggan sama sekali sampai akhirnya kami datang. Tak ketinggalan pemiliknya pun langsung bangkit dari tempat duduknya menyalami kami dan menyambut kami dengan senyuman, yah…senyuman yang indah dari seorang ibu-ibu yang terlihat masih sangat muda dan berwajah chines. Hehe…sepertinya tidak ada senyuman yang lebih indah selain senyuman seorang pedagang yang didatangi pelanggan.

Dengan semangat yang aku tidak tau apa motivasinya, mulailah para karyawannya menyodorkan menu makanan yang lumayan banyak jenis makanannya.  Belum pernah kutemukan seseorang yang pelayanannya sangat baik seperti pelayan rumah makan itu. Mungkin bagi orang lain biasa-biasa saja, karena mungkin pelayan terbaik di rumahnya adalah “istrinya”, sedang aku belum punya rumah apalagi istri, hehe… tapi bagiku pelayan rumah makan itu luar biasa. Gesit dan sigap melihat apa yang dibutuhkan oleh pelanggannya. Pelayanan mereka itu membuat pelanggan lain berdatangan dan menambah lebar pada senyuman mereka. Yah…mungkin pelangganlah yang mampu membuat mereka bersinar dalam senyuman yang mereka tahan selama beberapa detik atau mungkin senyuman mereka lah yang mengundang para pelanggan lain. Aku tidak akan membayangkan senyuman mereka kalau pelanggan yang datang tidak pergi dari rumah makan ini. Mereka bisa senyum-senyum seharian. :D

Sejenak aku mengilhami diri, betapa semangat dan senyuman yang tulus menentukan keberhasilan kita dan mengundang kesuksesan. Bagaimana tidak? Senyuman yang tulus berarti keikhlasan telah terpancar dari hatinya. Senyuman yang tulus akan mengundang orang senantiasa berfikir positif dan penuh cinta pada kita. Kurasa kita semua sepakat, orang tidak bisa hidup tanpa cinta, karena cinta senantiasa melukiskan keindahan pada senyuman kita. Katakan padaku wahai orang-orang yang tidak percaya cinta, katakan padaku bagaimana cinta tidak menghidupkan senyuman. Siapa orang yang tidak pernah senyum dalam hidupnya, berarti orang itu sama saja mati, hidup tanpa cinta. 

Cinta jangan disalahartikan. Cinta yang kumaksudkan bukan cinta yang berujung dengan hawa nafsu antara sepasang orang yang jatuh cinta. Yah…kurasa aku tidak perlu menjelaskannya pada tulisanku hari ini. Orang yang penuh cinta dalam hidupnya akan senantiasa berfikir positif. Fikiran positif akan selalu mengundang segala sesuatu yang positif datang pada diri kita tanpa halangan. Bayangkan, betapa luar biasanya jika senyuman yang tulus yang kita miliki kita barengi dengan semangat yang luar biasa, visi dan misi yang luar biasa, maka tidak ada lagi orang yang bisa menghentikan orang yang memiliki senyum dan semangat. Semangat melahirkan kekuatan, senyuman mengundang kebaikan. Sepertinya hanya Allah-lah yang bisa menghentikan langkahnya. Dari sinilah aku berangkatkan diri untuk mencintai orang-orang di sekitarku, tersenyum pada mereka dan bersemangat melakukan segala sesuatu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar