Jumat, 09 Juni 2017

NASIHAT : COBA PERIKSA DULU

          Apakah kita merasa bosan bersahabat dengan AlQuran yang bisa menyelamatkan kehidupan kita di dunia dan akhirat ? 
Apakah kita tidak bahagia mengucapkan tiap huruf dari setiap ayat AlQuran yang bisa menyembuhkan luka ringan maupun berat di hati ? Coba periksa dulu ke dalam hati yg paling dalam, barangkali ada kerak dosa yg tebal mengerudungi hati. Lihatlah Ummu Aiman yang senantiasa bahagia karena AlQuran dan menangis ketika wahyu sudah tidak lagi turun lantaran perantara wahyu, Nabi SAW, telah wafat.

          Apakah kita merasa lebih mulia dari guru kita sehingga nasihatnya terasa hambar di telinga lantas nasihatnya pun tidak kita sambut dengan sikap mulia?
Apakah kita merasa sanggup menjadi perantara keberkahan ilmu sehingga nada bicara kita lebih tinggi dari guru kita?
Coba periksa dulu ke dalam hati yang paling dalam, barangkali Alloh sudah menutup jalan petunjuk di dalam hati, "Man yahdihillaahufalaa mudhillalah, waman yudhlilfalaa haadiyalah" (Barangsiapa yang telah diberi petunjuk oleh Alloh, maka tidak ada siapapun yang bisa menyesatkannya. Barangsiapa yang telah disesatkan oleh Alloh maka tidak ada siapapun yang bisa menunjukinya) 

         Apakah kita merasa sudah kaya ilmu sehingga kita menolak untuk menjalankan kewajiban mencari ilmu ? 
Apakah kita merasa perkataan kita paling benar dari pada orang yg lebih muda sehingga kita enggan untuk sekedar menyambut tutur bicaranya ? 
Coba periksa dulu ke dalam hati yg paling dalam, barangkali ada secuil kesombongan yang berbahaya bagi kehidupan dunia dan akhirat. Takutlah rasanya sekiranya tidak ada tempat untuk kita di surga, "Laayad khulul jannata mankaana fii qolbihi mitsqooladzarrotin min kibrin-HR Muslim-" (tidak masuk surga barangsiapa yang di dalam hatinya terdapat kesombongan seberat dzarroh-sesuatu yg paling kecil di dunia).
Walloohua'lam

~>NuansaHati 😊

Tidak ada komentar:

Posting Komentar