Minggu, 11 Juni 2017

NASIHAT : MAHAR UNTUK MEMINANGNYA

    
        Sepanjang tahun lalu dan kini, apakah ayat-ayat yang kita pernah baca telah mampu bersemayam di dalam hati dan menyejukkannya ? Sehingga raga ini tidak akan bergerak kecuali karena wujud dari kesejukan itu. Sampai sejauh mana kira-kira kita sanggup berjalan bersama ayat-ayat-Nya? Mungkin pernah kita membulatkan sebuah keputusan, menjadi seorang *hafidz/hafidzoh*. Namun dengan kepolosan, penuh harap, keraguan dan kita penuh tanya, 
_“Apakah kita sanggup memulai kemudian menyelesaikannya? Bisakah kita luangkan diri dari kesibukan dunia untuk membuktikan keteguhan dan kesungguhan kita?_

       Sebenarnya sungguh kitalah yang terlalu sibuk dengan urusan dunia sehingga Alloh tutup jalan kita untuk beramal solih. Padahal amal-amal itu sendiri adalah bentuk keteguhan ikhtiar dalam menghafalkannya.

       Kita akan jujurkan diri ini menghafkannya karena Allah. Sebenarnya sungguh kita ingin jujur namun mungkin lidah ini terlalu kelu  mengucapkannya. Sebenarnya kita juga tau, sibuknya dunia tidak pernah habis, hari ini, esok, lusa dan lusanya lagi kita akan terus sibuk tiada henti. Padahal ternyata, dengan menyibukkan diri dengan AlQuran, Alloh yang akan tunjuki berbagai solusi, Alloh jadikan urusan dunia kita menjadi lapang dan Alloh ringankan pula hati kita ketika melihat urusan dunia.

        Saudaraku, kita tidak tau sudah berapa banyak ayat yang terus-terusan disalahkan oleh guru kita. Kita tidak tau berapa ayat yang bisa kita hafalkan. Kita tidak tau mana yang bisa kita pahami dari ajaran guru kita. Kita tidak tau mana yang sungguh-sungguh bisa kita amalkan. Kita tidak tau mana yang sanggup kita ajarkan. Namun, teruslah bersamai ketidaktauan itu dengan ikhtiar, karena Alloh lah yang mengkhendaki apakah seseorang itu sanggup sampai ke garis finish ataupun tidak, karena Alloh pula yang mengkhendaki kemuliaan itu layak untuk kita sandang atau tidak.

        Pastilah akan ada banyak hal yang patut kita _muhasabahi_ (koreksi). Banyak pula duri-duri kecil yang membuat langkah ikhtiar kita terhenti sejenak. Namun selama kita masih bersama, insyaAlloh langkah itu akan berjalan setapak demi setapak bahkan sanggup bersama-sama berlaju dengan kencang.

_“Fa idza ‘azzamta fa tawakkal 'alallah_ "maka apabila kamu sudah berazam (membulatkan tekad), maka bertawakkallah pada Alloh." 
QS. 3 :159

        Berat, tentu saja, apalagi ketika kita sendiri menghafalkannya, apalagi jika menghafal mengandalkan _mood_ yang tak pasti. Namun tak ada yang mustahil bagi Allah, jika Allah sudah berkehendak memilih seseorang menjadi keluarga-Nya di bumi.

       Ayo bangkit, selagi mata belum lelap, selagi rambut masih hitam, selagi suara masih lantang, selagi langkah masih berjejak, selagi tangan masih sanggup membuka mushaf (lembaran quran). Ambil tindakan sekarang. Betapa banyak *MAHAR* yang sudah kita hadiahkan untuk meminang dunia, sekarang saatnya kita mengumpulkan *MAHAR* untuk meminang surganya Allah.

      Mari kita amin-kan dalam Romadhon yang mulia ini karena Allah meng'ijabahi doa orang yang berpuasa, 
*Alloohummarhamnaa bilQuraan* 

_"Ya Alloh, jadikan kami termasuk bagian dari keluarga-Mu di bumi ini lantaran ikhtiar-ikhtiar kami. Sayangi kami karena Al-Quran yang baru sedikit kami baca, sedikit kami hafal, sedikit kami kaji, sedikit kami ajarkan dan sedikit kami amalkan. Pertemukan kami dengan teman-teman yang bisa saling meneguhkan iman di hati kami. Pertemukan kami dengan guru yang selalu sabar membimbing kami meski kami lambat dalam belajar. Pertemukan kami dengan guru yang selalu sabar mengingatkan kami yang sering datang terlambat, guru yang mau memaafkan kami yang khilaf (tak datang) di waktu belajar. Kumpulkan kami semua yang belajar ini dalam istana surgamu yang indah, Ya Allooh. Berikan kami semua kekuatan dan hidayah-Mu dalam ikhtiar kami mengumpulkan *MAHAR* untuk meminang surga-Mu."_
Amiin Ya Arhamarroohimiin

17 Romadhon 1438 H
~>NuansaHati 😊

Tidak ada komentar:

Posting Komentar