Di sinilah kita mengunggah dunia yang ada dalam alam fiktif ke dalam bentuk karya tulis. Biarlah fiktif asalkan syar'i.
Selasa, 30 Mei 2017
NASIHAT : PUKUL BERAPAKAH WAKTU TERBAIK UNTUK MAKAN SAHUR ?
Dari Anas r.a., ia berkata : _"Rasulullah SAW bersabda: "Bersahurlah kalian, karena sesungguhnya di dalam sahur itu ada keberkahannya."_ (HR. Muttafaq 'alaih)
Sahur dalam aktivitas ibadah puasa berarti perbuatan menyantap makanan di waktu sahur. Selain untuk menguatkan tubuh saat kita tidak makan dan minum seharian, sahur juga membawa keberkahan. Dalam pengertian ulama, berkah berarti bertambahnya kebaikan, manfaat ataupun pahala di dalamnya.
Pertanyaannya adalah kapan waktu terbaik kita untuk makan sahur ? Apakah pada saat bangun tidur sebangun-bangunnya kapanpun kita langsung makan ? Tidak harus begitu, kalau kita bangun pukul 02.00 apakah kita akan langsung makan juga ? Tentu tidak demikian. Kalau kita menemukan ada petunjuk dari Alloh SWT ataupun Nabi SAW tentang sesuatu, maka tidak perlu kita mencari-cari petunjuk lain dari siapa-siapa lagi, kecuali kalau petunjuk itu membutuhkan tafsir yang lebih mendalam. Maka kita membutuhkan pendapat ulama untuk memahami petunjuk tersebut.
Mari kita tengok dulu Hadits Nabi SAW terkait dengan pertanyaan itu. Dari Ibnu Umar r.a. ia berkata : _"Rasulullah SAW itu mempunyai dua orang muadzin, yaitu Bilal dan Ibnu Ummi Maktum. Rasululloh SAW bersabda, ‘Sesungguhnya Bilal mengumandangkan adzan pada waktu masih malam, maka makan dan minumlah kalian (untuk bersahur) hingga Ibnu Ummi Maktum mengumandangkan adzan.’_ (HR. Muttafaq 'alaih). Dalam Syaroh Kitab Riyadush Sholihin oleh Dr. Mustafa Dib Al Bugho, dijelaskan pada bab *“Keutamaan Sahur dan Mengakhirkannya Selama Tidak Khawatir Terbitnya Fajar”* bahwa dianjurkan untuk mengakhirkan makan sahur selama tidak khawatir terbitnya fajar shadiq. Ini pula yang kemudian menjadikan dalil disunnahkannya ada dua kali adzan dan dua orang muadzin, baik dalam bulan Romadhon maupun di bulan lain. Adzan yang pertama itulah yang mengisyaratkan waktu yang baik untuk mulainya makan sahur hingga adzan yang kedua untuk sholat subuh berkumandang. Harusnya praktek dua kali adzan ini ada di sekitar kita. Tentunya lebih baik adzan dari pada menghidupkan sirine ataupun bersahutan “Sahur sahur” antara masjid yang satu dengan lainnya. Namun, kalau sunnah ini kita praktekkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan kita, mungkin akan menjadi sebuah kejadian yang luar biasa karena orang pada umumnya akan beranggapan si muadzin salah melihat jam. Padahal adzan pertama adalah sunnah yang dianjurkan. Nah, kalau kita jadi pengurus masjid nih, sampaikan pada ummat dan pengurus yang lain bahwa adzan subuh itu sunnahnya dua kali. Kalau bisa sih, jangan di mekkah saja yang adzan-nya dua kali. Bagi orang yang sudah pergi ke Mekkah, tentunya sudah tahu berapa lama jarak antara kedua adzan tersebut. Atau siapa yang punya TV Channel Mekkah coba dicari siaran yang memperdengarkan adzan dua kali tersebut dan silahkan hitung waktunya.
Indikator yang lain terkait dengan pertanyaan kapan waktu terbaik kita untuk makan sahur, mari kita tengok hadits lain yang masih dalam Bab Keutamaan Sahur, yaitu hadits dari Zaid bin Tsabit r.a., ia berkata : _"Kami sahur bersama Rasulullah SAW kemudian kami berdiri untuk melakukan shalat (yakni shalat Subuh).” Ada seseorang bertanya (kepada Nabi SAW) : ‘Berapa jarak waktu antara keduanya itu (sahur dan sholat) ?’ Beliau menjawab : “Seukuran bacaan lima puluh ayat"._ (HR. Muttafaq 'alaih).
Dari keterangan hadits itulah kemudian Dr. Mustafa Din Al Bugho menjelaskan bahwa jarak antara akhir sahur dan permulaan adzan untuk sholat subuh itu seukuran bacaan lima puluh ayat yang sedang, tidak panjang dan tidak pendek, tidak cepat dan tidak lambat. Nah, untuk menerjemahkan berapa lama waktunya, berapa menitkah atau berapa jamkah, tentunya akan banyak pendapat yang berbeda- beda. Mengingat Nabi tidak mengisyaratkan surat apakah yang dibaca dari 50 ayat tersebut. Kalau kita mendengar bacaan sedang Al-Quran Syeikh Mishary Alafasi pada Surat Al Mulk yang berujmlah 30 ayat, waktu yang kita butuhkan untuk mendengarkannya adalah sekitar 7,sekian menit. Itupun panjang ayatnya bervariasi, ada yang sedang dan ada yang pendek. Kalau kita mendengar syeikh yang lain lagi tentunya akan bermacam-macam pula panjang durasi wakutnya. Maka untuk mengambil rata-rata waktu terbaik makan sahur adalah sepanjang 7,sekian menit x 2, yaitu rata-rata 15 menit sebelum masuk waktu subuh atau bisa juga sekitar 20 menit kalau ayatnya rata-rata semuanya sedang.
Tentunya waktu terbaik tersebut tidaklah saklek atau kaku, mengingat tidak ada ketentuan surat apa yang dibaca dari 50 ayat tersebut. Ada tipe orang yang makannya cepat, ada juga tipe orang yang makannya lambat. Artinya pandai-pandailah kita melihat waktu terbaik saat akan makan sahur. Jangan terlalu panjang dan jangan terlalu dekat jarak antara makan sahur dengan adzan subuh. Sesuaikan saja dengan rata-rata waktu yang kita pahami dari petunjuk Nabi SAW. Semoga dengan meneladani cara makan sahur yang diajarkan oleh Nabi SAW ini kita selalu dilimpahi keberkahan dan kekuatan dalam menalankan ibadah puasa. Amin.
_Wallohua’lam_
~>NuansaHati ☺
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar