Sebenarnya ini beberapa hari yang lalu, cuma baru sempet nulis di blog sekarang hehe. .Saya punya satu kelompok murid, 4 murid diantaranya adalah perempuan
yang umurnya variatif, ada yang 9 tahun, 13 tahun, 15 tahun, terakhir
sekitar 24 tahun (masih gadis tapi sering tidak mengikuti hehe).
Nah, dari keempat murid tersebut, tiga
perempuan yang termuda diantaranya banyak tanya dan banyak bercanda saat
mengaji. Saya bilang ke mereka, "untuk Mawar (umur 15) dan Melati (13
tahun) mulai besok boleh tidak salaman
sama Ustadz, untuk Anggrek (9 tahun) masih boleh salaman tapi kalau udah
SMP udah ga boleh lagi." Melati bertanya "kenapa ustadz, bukan muhrim
ya?". Saya bilang, "Betul, kalian berdua udah gede jadi ga boleh lagi
bersentuhan dengan laki-laki yang bukan keluarga kandungnya". Lanjut
Melati, "Nah, itu tu kak Mawar salaman terus ma pacarnya, udah tujuh
kali punya mantan, ustadz." Katanya sambil menggoda kakaknya. Saya bilang lagi,
"pacaran ga boleh, bisa bahaya"...
Dialog di atas sebenernya masih berlanjut, tapi saya ambil intinya saja. Coba tengok hadits Nabi ini..
"Barangsiapa yang mencukupi kebutuhan dan mendidik dua anak perempuan
hingga mereka dewasa, maka dia akan datang pada hari kiamat nanti dalam
keadaan aku dan dia (seperti ini),” dan beliau mengumpulkan jari
jemarinya” . (H.R. Muslim)
Anak-anak kita adalah aset penting yang
harus kita jaga, apalagi kalau mereka perempuan. Janji surga dari Rosul
itu sudah pasti. Nah, Pergaulan mereka dengan pergaulan kita semasa
sekolah sangatlah jauh berbeda. Ditambah lagi lingkungan tempat mereka
tinggal tidak terlepas dari televisi, tayangan sinetron yang isinya
pacaran dan berdua-duaan sangat gampang sekali ditiru oleh mereka yang
belum punya dasar spiritual yang kuat.
Ditambah lagi faktor media sosial
yang juga tidak bisa terlepas dari kehidupan mereka. Di sinilah
pentingnya peran orang tua memelihara anak-anaknya dengan memperhatikan
pendidikannya, memperhatikan tontonannya dan memperhatikan pergaulannya
agar mereka bisa mengambil mana yang baik dan meninggalkan mana yang buruk.
Jangan sampai nih aset terbesar dalam hidup kita yang seharusnya bisa
mengantarkan kita ke surga jadi gagal karena kita tidak mampu
memperhatikan kehidupan di sekitar mereka dengan baik. Luangkan waktu
untuk bergaul dengan kepribadian mereka, ajak dialog mereka agar kita bisa
menyelami kehidupan mereka tanpa mereka tau kalau kita sedang mendidik
mereka.Mudah-mudahan dengan upaya itu mereka bisa menjadi anak-anak yang solihah sehingga mengantarkan orang tua mereka ke surga.
Allohua'lam, semoga bermanfaat.
NuansaHati:)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar