Kamis, 27 Agustus 2015

NASIHAT : MENDIDIK DUA ANAK PEREMPUAN

        Sebenarnya ini beberapa hari yang lalu, cuma baru sempet nulis di blog sekarang hehe. .Saya punya satu kelompok murid, 4 murid diantaranya adalah perempuan yang umurnya variatif, ada yang 9 tahun, 13 tahun, 15 tahun, terakhir sekitar 24 tahun (masih gadis tapi sering tidak mengikuti hehe). 

        Nah, dari keempat murid tersebut, tiga perempuan yang termuda diantaranya banyak tanya dan banyak bercanda saat mengaji. Saya bilang ke mereka, "untuk Mawar (umur 15) dan Melati (13 tahun) mulai besok boleh tidak salaman sama Ustadz, untuk Anggrek (9 tahun) masih boleh salaman tapi kalau udah SMP udah ga boleh lagi." Melati bertanya "kenapa ustadz, bukan muhrim ya?". Saya bilang, "Betul, kalian berdua udah gede jadi ga boleh lagi bersentuhan dengan laki-laki yang bukan keluarga kandungnya". Lanjut Melati, "Nah, itu tu kak Mawar salaman terus ma pacarnya, udah tujuh kali punya mantan, ustadz." Katanya sambil menggoda kakaknya. Saya bilang lagi, "pacaran ga boleh, bisa bahaya"...
 

        Dialog di atas sebenernya masih berlanjut, tapi saya ambil intinya saja. Coba tengok hadits Nabi ini..
"Barangsiapa yang mencukupi kebutuhan dan mendidik dua anak perempuan hingga mereka dewasa, maka dia akan datang pada hari kiamat nanti dalam keadaan aku dan dia (seperti ini),” dan beliau mengumpulkan jari jemarinya” . (H.R. Muslim)
Anak-anak kita adalah aset penting yang harus kita jaga, apalagi kalau mereka perempuan. Janji surga dari Rosul itu sudah pasti. Nah, Pergaulan mereka dengan pergaulan kita semasa sekolah sangatlah jauh berbeda. Ditambah lagi lingkungan tempat mereka tinggal tidak terlepas dari televisi, tayangan sinetron yang isinya pacaran dan berdua-duaan sangat gampang sekali ditiru oleh mereka yang belum punya dasar spiritual yang kuat. 


        Ditambah lagi faktor media sosial yang juga tidak bisa terlepas dari kehidupan mereka. Di sinilah pentingnya peran orang tua memelihara anak-anaknya dengan memperhatikan pendidikannya, memperhatikan tontonannya dan memperhatikan pergaulannya agar mereka bisa mengambil mana yang baik dan meninggalkan mana yang buruk. Jangan sampai nih aset terbesar dalam hidup kita yang seharusnya bisa mengantarkan kita ke surga jadi gagal karena kita tidak mampu memperhatikan kehidupan di sekitar mereka dengan baik. Luangkan waktu untuk bergaul dengan kepribadian mereka, ajak dialog mereka agar kita bisa menyelami kehidupan mereka tanpa mereka tau kalau kita sedang mendidik mereka.Mudah-mudahan dengan upaya itu mereka bisa menjadi anak-anak yang solihah sehingga mengantarkan orang tua mereka ke surga.
Allohua'lam, semoga bermanfaat.
NuansaHati:)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar