Minggu, 16 Agustus 2015

NASIHAT : ANTARA IKHTIAR DAN TAUHID

                                    ANTARA IKHTIAR DAN TAUHID

           BAB ikhtiar dah lewat kan? yang penting mah jangan letakkan ikhtiar di awal. Lanjut hari ini kita bahas BAB tentang Tauhid ya, karena apapun yang kita ikhtiarkan nih bisa sia-sia saja kalau kita ga yakin dengan Alloh Yang Memberi Keputusan.
"Maka barangsiapa yang menghendaki KEBAIKAN bagi dirinya, tentulah ia mengambil jalan menuju Tuhannya" (Q.S AL-Mursalat:29)
Nah, banyak orang nih yang mengagungkan ikhtiar. Ikhtiar, ikhtiar dan ikhtiarnya harus kelihatan dong...akhirnya yang terjadi ikhtiar terusssss sampai lupa dengan Alloh yang memberi keputusan. Inilah pentingnya memahami makna pengamalan tauhid, bahwa segala sesuatu tanpa Alloh akan sia-sia saja. Ada pula yang ikhtiar terus kemudian kepentok ga bisa ngapa-ngapain baru deh inget Alloh, tapi ya masih alhamdulillah deh masih inget Alloh.
 

         Pernyataan "ikhtiar dong..." itu ga salah, tapi bentuk ikhtiar si A dan ikhtiar si B itu ga bisa disamakan. Contoh kasus begini, Si A seorang sarjana yang ga punya pekerjaan, maka dia berikhtiar untuk mencari pekerjaan dengan memasukkan lamaran-lamaran ke kantor-kantor yang diinginkannya. Si B juga ga punya pekerjaan hanya saja ia bukan sarjana, bukan orang yang berpendidikan namun dia tetap berikhtiar dengan segenap kemampuannya ia memperbaiki hubungan dirinya di hadapan Alloh dengan beramal sholeh, memperbaiki hubungannya dengan keluarganya termasuk orang tuanya, memperbaiki hubungannya dengan masyarakat dan menyambung silaturahim agar ia banyak relasi dan selanjutnya menjalani hidupnya secara teratur sebagaimana makhluk sosial pada umumnya. 

         Kita tidak bisa memaksakan pemahaman bahwa si A seharusnya berikhtiar sebagaimana si B, sebaliknya juga kita tidak bisa memaksakan si B untuk berikhtiar sebagaimana si A. Satu hal pemahaman yang benar adalah bahwa ikhtiar tanpa memperbaiki keadaan diri di hadapan Alloh SWT maka ikhtiar bisa sia-sia saja. Boleh lah ikhtiar terusssss kemudian dia berhasil, tapi endingnya juga dia ga bisa menikmati hasilnya, atau mungkin bisa menikmati hasilnya namun masalah yang sudah selesai dikonversi kembali oleh Alloh dalam bentuk yang lain, artinya ada masalah baru. Intinya sama saja, ga bisa menikmati hasil ikhtiarnya dengan tenang.
 

         Allohua'lam, semoga Alloh memperindah kehidupan kita karena kita memperindah jalan-jalan menuju Alloh Yang Maha Indah
 

~>NuansaHati:)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar