Sabtu, 05 April 2014

PUISI CINTA :



IZINKAN AKU MENJADI KELOPAKNYA

Menenangkan mendengar kabarnya
Menentramkan mengingat senyumnya
Menyejukkan mengingat malam itu bersamanya
Menyedihkan saat jauh darinya


Jauh tak berarti tak bisa melihat
Jauh semakin jauh namun semakin serasa  dekat
Jatuh tak berarti tak bisa memanjat
Jatuh bangun akan kulalui dengan juang yang kuat

Aku bersimpuh syukur telah mengenalnya meski hanya semalam
Aku menyertakan wajahnya dalam doa di sepertiga malam
Aku bukanlah Nabi Yusuf yang rupawan nan gagah
Aku bukanlah Nabi Sulaiman yang memiliki istana megah



Maafkan kelancanganku bicara bak pahlawan dihadapannya
Menatapnya membuatku tak ingin berpaling darinya
Mami…aku mencintai mawar merah mami yang mencahaya
Mami…izinkan aku menjadi kelopak yang akan melindunginya


Kelopak ini hanyalah daun tipis hijau nan membuah
Kelopak ini akankah pantas bersanding dengan warna merah?
Kelopak ini begitu sederhana melindungi si mawar merah
Kapanpun dimanapun kelopak ini akan melindungi si mawar merah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar